Wanita-wanita yang pernah dilecehkan kini angkat bicara
Kasus Roger Ailes yang dituntut karena melakukan
pelecehan seksual terhadap pembaca berita Fox News, Gretchen Carlson dan Megyn
Kelly, sempat ramai diperbincangkan. Kini, kasus tersebut diadaptasi ke layar
lebar dengan menghadirkan jajaran cast yang sangat cemerlang, di antaranya
Nicole Kidman, Charlize Theron, Margot Robbie, dan John Litgow. Disutradarai
Jay Roach, ia sempat menangani drama politik di channel berbayar HBO berjudul Recount.
Film dibuka dengan kisah mengenai tiga perempuan di
Fox News. Carlson (Kidman) dan Kelly (Theron) yang sudah mapan sebagai penyiar
serta Kayla (Robbie) yang sedang meniti karier dan berharap diberi kesempatan
tampil sebagai pembaca berita. Konflik dimulai saat tiba-tiba Carlson dipecat
tanpa alasan. Ia pun menghubungi pengacara dan bermaksud membongkar kebusukan
Ailes (Lithgow) di masa silam yang telah melakukan pelecehan terhadap dirinya.
Carlson yakin bahwa ia tidak sendirian. Namun, apakah wanita-wanita tersebut
mau berbicara melawan salah satu petinggi stasiun televisi terbesar di dunia?
Ketiga aktris utama Bombshell memang menjadi ujung tombak bagi film ini. Sayangnya, runtime Kidman sebagai Carlson terasa
lebih sedikit dibanding Theron sebagai Kelly atau Robbie sebagai Kayla. Justru,
akting memikat Robbie dan karisma Theron-lah yang mampu membuat kita bertahan
sepanjang film. Lithgow seperti biasa, berhasil menjadi sosok Ailes menyebalkan
dan berusaha menyangkal bahwa dirinya melakukan pelecehan.

Meski bercampur dengan politik karena sedikit banyak
menyinggung keterlibatan Kelly dengan Donald Trump, namun film ini sendiri
tidak berfokus ke sana. Bombshell murni
membahas mengenai perjuangan wanita-wanita Fox News yang dilecehkan Ailes dan usaha
mereka untuk mengungkap kasus ini ke publik. Diselipkan pula beberapa testimoni
dari para pembaca berita nyata yang menjadi korban pelecehan, membuat kita
semakin yakin bahwa pelecehan di tempat kerja itu tidak boleh dibiarkan.
Bombshell
menyadarkan kita bahwa para korban pelecehan seksual
itu terkadang harus menghadapi buah simalakama. Jika diam saja, pelecehan
terhadap mereka masih terus berlanjut karena pelaku melihat korbannya tidak
berdaya. Namun, jika korban melapor, bukan tidak mungkin dia akan mendapat berbagai
macam tudingan dari orang-orang di sekitarnya, apa lagi jika pelaku pelecehan
adalah orang berpangkat tinggi. Semoga film ini dapat memberikan dorongan
kepada perempuan-perempuan korban pelecehan di kantor untuk berani bertindak.
