Setelah Paul Walker tiada, sanggupkah Fast & Furious tetap melaju kencang hanya dengan mengandalkan sosok Vin Diesel semata?
Franchise Fast & Furious mungkin
adalah salah satu franchise yang
berhasil dipoles from nothing to
something. Saat keluar film pertama hingga ketiga, anggapan bahwa ini akan
jadi film kelas B yang dibuat berseri jelas terlihat. Saat film keempat rilis, pencinta
film memutar mata. Seriously? Mau
dibuat kayak apa lagi sih? Tapi, komentar negatif ini pupus saat filmnya rilis
karena berhasil membawa franchise yang
membesarkan nama Vin Diesel dan Paul Walker ini ke level yang berbeda. Setelah Fast 7 yang menjadi kemunculan terakhir
karakter Brian O’Connor, Diesel yang kini duduk di posisi produser bersikeras
melanjutkan film ke-8. Orang kembali memutar mata. What for? Dominic Toretto kini hanya sendiri. Kaum pesimis ini
khawatir bahwa Fast 8 akan lebih
mengedepankan aksi solo Diesel dan mengenyampingkan karakter lain.
Begitukah
yang terjadi?
Luar
biasanya, Fast & Furious 8 sekali
lagi menjawab kekhawatiran itu dengan bukti yang nyata. Saat menonton trailer, kita akan berpikir bahwa film ini
semakin besar, tapi semakin bodoh. Itulah ekspektasi yang saya pasang saat
bersiap untuk menyaksikannya. Patokan saya tentunya adalah Fast 5 yang sempurna dari segi cerita, aksi, pemain, hingga tema heist yang diangkat.

Ternyata,
Fast 8 tampil menghibur dengan adegan
aksi yang menawan dan (anehnya) masuk di logika. Cerita yang kerap
dikesampingkan dalam film beroktan tinggi ini nyatanya tidak terjadi. F. Gary
Gray selaku sutradara juga menggunakan tata kamera yang dinamis dan ciamik
terutama untuk adegan perkelahian sehingga penonton seakan dibawa masuk ke
dalam film.
Akting
jelas jadi salah satu yang patut diacungi jempol di sini, terutama Charlize
Theron. Saya sendiri sempat mengira bahwa film ini akan timpang tanpa kehadiran
mendiang Paul Walker sebagai sidekick Diesel.
Namun, Michelle Rodriguez berhasil menambal hal itu. Gray pun tampak menaikkan
Letty menjadi sosok yang semakin penting dalam franchise ini. Jangan lupakan pula duet Dwayne Johnson dan Jason
Statham yang penuh lontaran celetukan konyol.

Namun,
film ini bukan berarti sempurna di semua lini. Sedikit kekurangan yang mungkin
terasa adalah beberapa efek spesial terasa agak kasar dan masih terlihat disyuting
di depan green screen. Karakter
Ramsey pun seakan kurang ditonjolkan.
Gray
memang salah satu sutradara yang sukses menampilkan heist sebagai salah satu tema film yang menarik, sebut saja The Italian Job. Hal yang sama juga
diterapkan dalam Fast 8. Film megah
aksi, tetapi juga tidak dangkal dari segi cerita.