Kepercayaan orang Sunda yang kembali diangkat ke layar lebar
Setelah Dread Out, satu lagi film dari game horor lokal yang diangkat ke layar lebar: Pamali. Mengangkat soal 'pamali' atau 'larangan' dalam bahasa Sunda, film ini mengetengahkan sepasang suami-istri, Jaka dan Rika, yang kembali ke kampung halaman Jaka untuk mengurus rumah bekas peninggalan keluarganya yang akan dibeli orang. Namun, kepulangan itu ternyata menyingkap masa lalu kelam keluarga Jaka yang berusaha dikubur dalam-dalam dan bisa membahayakan Rika dan janinnya.
Karena diangkat dari game, tentu para penggemarnya berharap bahwa atmosfer, lokasi, dan pernak-pernik di game-nya akan dihadirkan secara live action di film ini. Nuansa horor sendiri dihadirkan dari berbagai properti khas horor, seperti foto karakter Nenden berbaju kebaya Sunda, rumah tua yang gelap dan berdebu, serta area sekitar rumah yang jauh dari mana-mana. Bagi penonton yang bukan pemain game-nya, beberapa momen bisa dibilang cukup menegangkan, salah satunya saat Rika sedang menggunting rambut di kamar mandi.

Sayangnya, judul 'pamali' di film ini terasa seperti alur yang berdiri sendiri dan tidak ada sangkut-pautnya dengan sosok hantu yang dihadirkan. Kalau di game, mungkin ada penjelasan lebih dalam mengenai ini, di film nggak ada. Membuat penonton bertanya, apa larangan-larangan yang dilakukan Rika segitu berdampaknya hingga memunculkan sosok kuntilanak. Kegiatan yang disebut 'pamali' juga kurang dijelaskan di sini, seperti saat Rika menggunting kuku di malam hari atau menggunting rambut saat sedang hamil. Mereka yang pernah dengar soal larangan ini mungkin sudah tahu maksudnya, tapi buat yang belum tahu pasti bingung. Flashback masa lalu Jaka yang kita harapkan bisa memberi penjelasan malah tidak begitu membantu. Satu karakter berubah menjadi hantu yang penuh dendam pun juga terasa tidak disertai alasan yang kuat.
Untungnya, kelemahan dari segi naskah dibantu dengan akting para pemainnya yang bagus. Putri Ayudya, Marthino Lio, Rukman Rosadi, Taskya Namya, dan Unique Priscilla tentu bukan nama-nama baru di dunia perfilman. Mereka berhasil menghidupkan karakter masing-masing yang mungkin di game tidak semuanya terlihat dan hanya bisa kita dengar suaranya saja.
Buat yang memainkan game Pamali silakan menonton film ini untuk melihat seperti apa sih kalau diadaptasi ke layar lebar? Apa memang sesuai dengan gambaran di game-nya? Untuk yang kalian yang tidak main, tapi suka film horor, Pamali bisa jadi hiburan.
