The Ghost Station: Awalnya Seram, Lama-lama Melebar

by Redaksi

The Ghost Station: Awalnya Seram, Lama-lama Melebar
EDITOR'S RATING    

Kisah tentang stasiun berhantu, tapi ada yang lebih dari itu

Di seluruh dunia, stasiun adalah hal penting yang menyambungkan kehidupan masyarakat. Baik itu di kota besar atau kota kecil, stasiun sering kali menjadi jantung transportasi, termasuk di Korea Selatan. Sebuah stasiun bernama Stasiun Oksu menjadi latar dari cerita menyeramkan di webtoon yang kemudian diadaptasi ke layar lebar dengan judul The Ghost Station.

Na-young (Kim Bora) adalah jurnalis muda di sebuah situs gosip yang sedang mencari berita besar untuk diangkat. Saat mendengar adanya kematian aneh di Stasiun Oksu dari temannya Woo-won (Kim Jae-hyun), Na-young segera memulai penyelidikan intensif untuk menggali apa yang sebenarnya terjadi. Namun, semakin dalam menyelidiki, semakin banyak misteri yang menyelimuti dan menunggu untuk dipecahkan sebelum Na-young yang menjadi korban selanjutnya.


ULASAN INI MENGANDUNG SPOILER!

The Ghost Station sendiri diangkat dari komik web yang dikreasi oleh Ho Rang. Namun, ceritanya sendiri bisa dibilang jauh berbeda dari versi filmnya yang dikembangkan lebih jauh oleh penulis naskah Hiroshi Takahashi.

Dalam versi web, dikisahkan seorang pemuda yang sedang menunggu kereta terakhir di Stasiun Oksu melihat seorang wanita yang bergerak limbung bagaikan mabuk. Karena penasaran, dia pun memotret dan membagikannya ke media sosial. Berbagai macam komentar bermunculan, tapi ada satu yang menulis "Apa pun yang terjadi, jangan didekati." Usut punya usut, ternyata sang penulis komentar melihat adanya tangan hantu di foto si pemuda yang menarik dan mendorong perempuan tadi. 

Bagian ini memang muncul, tapi hanya sekilas dan di awal film. Namun, secara benang merah, tidak ada sangkut-pautnya dengan kisah utama yang dituturkan selanjutnya. Film malah lebih fokus mencari keberadaan sumur dan menguak misteri yang terjadi atas kematian misterius yang terjadi di stasiun. Uniknya, entah disengaja atau tidak, Takahashi yang menulis naskah The Ghost Station juga menulis naskah untuk salah satu film horor terfenomenal sepanjang masa, Ring. Seperti yang kita tahu, sumur menjadi faktor penting dalam Ring, begitu juga di The Ghost Station ini. 


Sayang, meski berusaha memperluas plotnya menjadi lebih seram dan dipenuhi misteri, tapi kisahnya sendiri jadi melebar. Menjelang akhir, Stasiun Oksu terasa hanya sekadar menjadi latar saja, sementara faktor utama dari teror yang terjadi ternyata bukan stasiun itu sendiri. Tidak hanya itu, ada juga plot hole yang cukup mengganggu. Misalnya, dikisahkan bahwa orang-orang yang berswafoto di peron yang terbengkalai mendapat luka goresan di tangan yang menandakan bahwa mereka dihantui. Sementara, luka goresan di tangan para tokoh utama baru muncul setelah mereka membaca sejumlah angka.

Untungnya, The Ghost Station masih menjalankan "tugasnya" sebagai film horor yang baik: membuat takut dan kaget penonton. Beberapa adegan yang menghadirkan penampakan tampak menyeramkan. Ada momen-momen tidak terduga yang dijamin bikin kita terlonjak di kursi, menutup mata, atau menutup telinga. Akting Kim Bora sebagai jurnalis muda yang keras kepala juga menarik. Bagi yang menyaksikan drama Korea Her Private Life tentunya masih ingat aktingnya sebagai gadis manja anak pemilik galeri. 

Secara keseluruhan, meski ada beberapa kelemahan, The Ghost Station bisa jadi pilihan film horor dari Korea Selatan yang cukup menghibur. 

The Ghost Station saat ini sedang tayang di CGV dan Cinepolis.