Tipikal film pertama superhero Marvel
Avengers:
End Game hanya tinggal dua bulan lagi. Namun, belum ada bocoran
apa pun dari pihak Marvel mengenai alur cerita. Para moviegoers di seluruh dunia hanya bisa menebak berdasarkan ending credit scene Infinity War bahwa
Nick Fury memanggil Captain Marvel untuk meminta bantuan. Siapakah dia? Sebelum
dimunculkan di babak pamungkas Avengers,
dibuatlah film pengenalannya.
Sama seperti film Marvel kebanyakan, Captain Marvel menceritakan asal-usul pahlawan
super wanita Marvel yang pertama kali diangkat ke layar lebar ini. Siapa dia
sebenarnya dan kekuatan apa yang dimilikinya. Dari sini, penonton nantinya
diharapkan bisa membuat spekulasi terhadap posisi penting superhero wanita ini
di End Game. Mungkin, aktris Brie
Larson berhasil terpilih sebagai Carol Danvers, menyisihkan para pesaingnya.
Namun, aktingnya kurang meninggalkan kesan kuat. Dia tidak terasa punya kharisma
yang cukup menarik perhatian seperti Gal Gadot dalam Wonder Woman.
Mengingat selama ini plot film pertama para superhero
Marvel nyaris sama, berusaha mencari jati diri, maka jangan harapkan sesuatu
yang berbeda dari Captain Marvel. Hal
yang “lain dari biasanya” kali ini mungkin gaya penceritaannya yang tidak
linear. Alih-alih menggunakan plot yang bergerak maju, Captain Marvel mencoba hal yang baru dengan menceritakan asal-usul
Vers dalam plot yang bergerak mundur. Cukup menyegarkan karena bisa dibilang
gaya penceritaan Marvel begitu-begitu saja selama 10 tahun.

Latar belakang tahun 90-an pun coba dibangun melalui
sederet lagu yang diselipkan di tiap adegan. Salah satu yang cukup berhasil saat
Captain Marvel melawan musuh-musuhnya menjelang akhir film diiringi lagu band
No Doubt “I’m Just a Girl”. Meski begitu, penggunaan lagu tersebut memang belum
semenakjubkan dwilogi Guardians of the
Galaxy yang sukses menggunakan lagu-lagu ’80-an untuk melengkapi cerita.
Adegan aksi yang diharapkan jor-joran pun terasa biasa
saja, bahkan lebih banyak menggunakan efek CGI, mengingat pertarungan dilakukan
di luar angkasa. Paruh tengah film terasa
menurun, membuat kita akan merasa sedikit bosan. Deretan aktor dan aktris yang ambil
bagian dalam film ini pun seakan hanya tampil sebagai pemanis, seperti Djimon
Honsou dan Gemma Chan.
Captain
Marvel tidak jelek, tapi kekurangan momen-momen ikonik.
Mungkin, salah satu yang menarik hanyalah tribute pada awal film terhadap Stan
Lee yang diam-diam akan membuat kita menitikkan air mata. Dengan standarnya
kisah awal-mula yang dibangun Marvel, film ini terasa bagaikan selingan sebelum
kita disuguhkan oleh pertarungan puncak di Avengers:
End Game.
