Rasa film pertamanya hilang
Delapan tahun setelah film pertama merupakan waktu yang cukup lama untuk sekuel sebuah film diwujudkan. Banyak faktor yang akan membuat orang tidak ingin menonton sekuel tersebut, biasanya faktor utama adalah sudah lupa dengan film yang pertama. Namun, hal ini berbeda bagi The Accountant 2. Film pertamanya lumayan melekat di benak para penonton. Pendekatan yang unik serta segar, ditambah adegan aksi yang lumayan, membuat The Accountant menjadi salah satu film kuda hitam di tahun 2016 lalu. Apalagi saat itu Ben Affleck masih menjadi Batman, membuat banyak orang berspekulasi beberapa pemain The Accountant akan bermain di The Batman yang sayangnya tidak pernah terjadi.
The Accountant 2 melanjutkan cerita dari film pertama. Di sini, diceritakan kalau waktu sudah berlalu sama seperti di dunia nyata, yaitu delapan tahun. Sebuah kasus berat yang melibatkan kematian mantan atasannya membuat Agent Marybeth Medina (Chynthia Addai-Robinson) mencari kembali Christian Wolff (Affleck) dan meminta bantuannya memecahkan kasus tersebut. Wolff tentu tidak bekerja sendirian, ia meminta bantuan sang adik yang kasar, tapi perhatian, Braxton.
Dibanding film pertama, kasus di film kedua ini lebih berat dan membuat penonton harus benar-benar teliti untuk bisa langsung paham sekali nonton. Tetapi, ada hal yang sangat disayangkan dari film ini, yaitu sisi akuntan dari karakter Wolff berkurang drastis. Kita tidak melihat lagi ia menghitung dan berbicara seolah robot sebanyak film pertama. Dari sisi aksi memang lebih banyak, tetapi bukan itu yang membuat film The Accountant mendapat sambutan hangat dari publik delapan tahun lalu.

Sisi positif lain yang cukup menarik di film ini adalah lebih dieksplornya hubungan saudara antara Wolff dan Braxton, serta bagaimana Justine yang super cerdas melakukan keahliannya bersama sebuah tim unik yang cukup mencengangkan saat ditonton. Sisi drama juga lebih ditonjolkan. Film ini sepertinya ingin membuat Wolff yang kaku menjadi terasa lebih manusiawi. Bahkan, di awal film, kita akan melihat kalau Wolff yang biasanya kuat hidup sendiri, lama-lama kesepian juga dan butuh pendamping. Tapi, dengan kepribadian Wolff yang unik, bisa diterka sendirilah bagaimana akhirnya.
Anna Kendrick yang sangat cemerlang di film pertama sayangnya tidak muncul di sini, namun kita mendapat pengganti yang tidak kalah kelas. Daniella Pineda bergabung dan menjadi anti-villain yang kejam, keras dan tanpa ampun. Karakter Pineda yaitu Anais memiliki latar belakang yang cukup kuat dan melihat akhir filmnya, semoga di film ketiga, ia bisa muncul kembali dan tentu saja mengembalikan Kendrick.
Film ini punya potensi untuk dikembangkan seperti John Wick. Banyak sisi dari Si Akuntan yang belum terungkap. Dunianya juga memiliki banyak karakter yang bisa dikembangkan lebih jauh. Film ketiga yang sudah pasti akan dibuat semoga memberi Wolff karakter musuh dengan kemampuan sama baiknya. Ditambah satu organisasi jahat yang tidak bisa tumbang dalam satu fim akan jadi cara yang bagus untuk membuat franchise The Accountant ini semakin besar, namun tidak terlalu besar hingga menjadi sekonyol Fast & Furious saga.
