Keseramannya masih belum mampu menyaingi Conjuring
Menjadi pusat perhatian pada saat muncul di Conjuring 2, Valak sang suster setan sudah dipastikan akan mendapat film sendiri. Figurnya yang menjulang dan menyeramkan dengan cepat mendapat tempat di hati para penikmat horor. Apalagi Valak ini mengambil figur dari karakter keagamaan. Tidak di Indonesia maupun di luar negeri, horor yang ada unsur-unsur agamanya pasti akan lebih diminati. Dengan embel-embel Conjuring Universe, Valak siap menebar ketakutan bagi para penonton.
Mengambil setting waktu 20 tahun sebelum kejadian di Conjuring, The Nun berkisah di sebuah biara kuno di kota kecil Rumania, Biertan. Biara ini dijauhi penduduk karena penuh dengan hal-hal yang membuat sial. Namun, kasus bunuh diri seorang biarawati menarik minat Vatikan yang menugaskan Pastur Burke untuk menyelidikinya. Ia ditemani seorang biarawati muda yang belum disumpah bernama Irene. Keduanya mengalami hal-hal menakutkan selama berada dalam biara tersebut.

Film horor dinilai dari sejauh mana mereka mampu menakut-nakuti penontonnya. Dan itu bergantung dari seseram apa setan yang mereka munculkan. Pada kasus The Nun, kita sudah melihat bagaimana wujud Valak semenjak di Conjuring 2. Ini sedikit mengurangi unsur kejutan dalam film ini walaupun tampilan Valak sangat menyeramkan. Karena itu, semua bergantung pada bagaimana cerita dari film ini menuntun kita pada Valak. Namun, bisa dikatakan cerita dalam film ini sangat dangkal. Plotnya singkat, tidak ada pendalaman karakter, dan unsur seramnya sangat kurang. Bisa dibilang, film ini sangat bergantung pada efek kejutan dan musik untuk bisa menakuti penonton.
Walaupun tidak menyutradarai, tapi James Wan tetap terlibat dalam film ini sebagai penulis cerita. Ia menyerahkan proses penyutradaraan film ini pada Corin Hardy. Keputusan yang cukup tepat karena Corin berhasil menyajikan film horor yang menghibur, bukan menakutkan. Apalagi karakter biarawati muka hitam yang ada dalam film ini sepertinya akan menjadi ikonik. Tidak adanya unsur baru dalam menakut-nakuti membuat film ini murni hanya sebagai hiburan semata.
