Sulit dikalahkan, iblis biarawati ini kembali meneror
Kisah tentang iblis biarawati Valak belum berakhir di semesta Conjuring. Setelah dikalahkan oleh darah Kristus di film pertama, kini ia kembali lagi dengan agenda lain yang lebih besar di The Nun II. Jika film pertama dipegang oleh sutradara Corin Hardy, kali ini sineas Michael Chaves yang diserahi tugas untuk duduk di balik layar. Filmografinya sendiri termasuk The Curse of La Llorona dan The Conjuring: The Devil Made Me Do It.
Serangkaian insiden terjadi di beberapa gereja membuat Vatikan turun tangan dengan memanggil lagi Suster Irene. Mereka yakin, iblis yang dikalahkan Irene di Saint Carta kembali lagi. Tugas Irene adalah mencari tahu yang dicari iblis itu sekaligus mengirimkannya kembali ke neraka. Sementara itu, di sebuah sekolah asrama, salah satu muridnya mengalami kejadian misterius berupa kemunculan hantu berwujud suster. Apa yang sebenarnya terjadi?
Berbeda dari film The Conjuring 2 saat kita pertama kali diperkenalkan sosok Valak, kita sudah tahu seperti apa wujud Valak di film spin-off keduanya ini. Jadi, sudah tidak ada kejutan lagi karena memang tidak ada perubahan dari segi tampilan. Tinggal bagaimana sang sutradara meramu cerita dan jumpscare-jumpscare inovatif yang bisa membuat penonton tercekam di kursi bioskop. Hal itu terbukti berhasil karena beberapa adegan terbukti sukses mengagetkan penonton dengan angle yang jarang digunakan di film horor.

Kali ini, Taissa Farmiga tidak sendirian karena ada Storm Reid yang membantunya. Bagi yang mengikuti misi pencarian seorang ibu yang hilang dengan berbekal teknologi aplikasi dalam Missing, tentunya sudah tidak asing lagi dengan wajahnya. Meski fokus utama tetap di sosok Suster Irene (Farmiga), namun Suster Debra (Reid) mendapat screentime-nya sendiri dan cukup mencuri perhatian. Selain itu, kalau kita cukup jeli, ada tribute untuk The Conjuring 2 yang dihadirkan Chaves di sini. Apakah itu? Tonton dan cari tahu sendiri.
Ceritanya memang lebih luas dan besar karena dikisahkan Valak berpindah-pindah dari satu gereja ke gereja lain. Namun, banyak hal yang tidak terjelaskan sehingga penonton terpaksa menerka-nerka sendiri. Misalnya, jika Valak memiliki kekuatan penuh, apa yang akan terjadi? Teror semacam apa yang membuatnya akan sangat ditakuti? Namun, untuk penonton yang tidak terlalu memikirkan akan hal-hal itu, The Nun II tetap seru untuk dinikmati.
Mengingat Valak kembali dalam The Conjuring 2 yang ber-setting 20 tahun dari film keduanya ini, sudah jelas iblis ini tidak terkalahkan di The Nun II. Jika hasil spin-off ini terbukti memuaskan (atau pun sedikit di atas rata-rata), dalam dua tahun ke depan, bisa dipastikan bahwa akan ada lanjutan dari kisah biarawati iblis ini.
