Killers of the Flower Moon: Kisah Tragis Pembunuhan Suku Osage demi Tanah Minyak

by Redaksi

Killers of the Flower Moon: Kisah Tragis Pembunuhan Suku Osage demi Tanah Minyak
EDITOR'S RATING    

Demi uang, cinta pun rela dikorbankan

Kita tahu, orang-orang kulit putih pada zaman dulu melakukan kekerasan terhadap orang Indian demi merebut lahan mereka. Salah satu kasus yang diangkat menjadi sebuah buku adalah kasus rangkaian pembunuhan terhadap Suku Pribumi Osage di Osage County, Oklahoma, yang terjadi pada 1910-an hingga 1930-an. Diperkirakan, ada 60-an lebih orang-orang Indian Osage berdarah murni yang dibunuh. Namun, menurut penyelidikan terbaru, jumlah itu sendiri antara salah laporan atau ditutup-tutupi sehingga riset lebih lanjut menunjukkan bahwa kematian orang-orang Osage pada masa itu mungkin mencapai ratusan. 

Sebuah buku nonfiksi berjudul Killers of the Flower Moon: The Osage Murders and the Birth of the FBI ditulis David Grann berdasarkan kasus tersebut. Majalah Time memasukkannya ke dalam salah satu Daftar Sepuluh Besar Buku Nonfiksi Terbaik di tahun 2017. Kini, di tahun 2023, Martin Scorsese mengadaptasi buku tersebut ke layar lebar dengan menggandeng dua aktor yang pernah bekerja sama dengannya, yaitu Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro. Selain dua nama besar tersebut, ada pula Lily Gladstone, Jesse Plemons, Tantoo Cardinal, John Lithgow, dan Brendan Fraser. 


Pada awal abad ke-20, minyak ditemukan di tanah Suku Osage, membuat mereka kayak mendadak. Situasi ini tentu saja menarik perhatian orang-orang kulit putih untuk mengadu nasib ke sana, entah dengan cara bekerja untuk orang-orang Osage, menjual kebutuhan mereka, hingga menikahi suku pribumi tersebut dengan keinginan mendapat warisan tanah minyak saat pasangan mereka meninggal. Namun, lambat-laun, usaha memiliki tanah minyak ini berubah menjadi kekerasan saat satu demi satu orang-orang Osage meninggal dunia, entah itu sakit atau dibunuh. Tidak pernah ada penyelidikan yang seksama terhadap penyebab kematian tersebut hingga suatu saat mereka memutuskan untuk protes ke presiden demi mendapat keadilan.

Meski durasinya mencapai 206 menit atau tiga jam 26 menit, Killers of the Flower Moon tidak terasa bertele-tele dalam penceritaan. Setiap bagian diceritakan dengan sabar dan tidak terburu-buru oleh Scorsese, mulai dari kedatangan Ernest Burkhart (DiCaprio) ke Osage, pertemuannya dengan Mollie (Gladstone), hingga usaha pembunuhan yang dilakukan Ernest terhadap saudara-saudara Mollie demi merebut tanah minyak untuk nantinya dikuasai pamannya, William Hale (De Niro). Bagian awal mungkin terasa lambat saat perkenalan Ernest dengan Mollie yang kemudian berlanjut membangun bahtera rumah tangga. Namun, hal itu terasa wajar, seakan memberikan gambaran kepada penonton betapa orang-orang kulit putih ini memberikan harapan kepada wanita-wanita suku Osage akan kehidupan penuh cinta dan kemapanan sebelum akhirnya dihancurkan demi mendapat uang mereka. 


Bagusnya lagi, Scorsese tahu kapan saat yang tepat untuk menaikkan tensi di tengah-tengah drama yang dihadirkan. Saat penonton mulai agak bosan, Scorsese menyelipkan adegan pembunuhan yang membuat kita langsung membuka mata lagi dan kembali terpaku ke layar lebar. Beberapa pembunuhan yang dihadirkan dalam film ini memang eksplisit, khususnya penembakan yang dilakukan orang kulit putih terhadap orang Osage. Cukup membuat kita berjengit atau miris saat melihatnya. Memperlihatkan mudahnya bagi orang-orang kulit putih pada masa itu membunuh suku Osage tanpa merasa bersalah sedikit pun. Menganggap mereka hanya suku primitif yang tidak pantas memiliki tanah dengan minyak yang melimpah. Situasi yang bisa dibilang tragis dan miris karena bahkan suami pun tega membunuh istri, dan mungkin anak-anaknya, hanya demi mendapatkan warisan tanah minyak.

Meski kasus ini sudah lama berlalu, tapi premis yang diusung rasanya tidak pernah usang. Bahwa ada pihak-pihak pendatang yang merasa lebih berhak menguasai sesuatu daripada suku asli yang sudah lama berdiam di sana. Keserakahan manusia tidak mengenal ruang dan waktu, itu terlihat dalam Killers of the Flower Moon.