Greenland: Film Bencana yang Fokus pada Keluarga

by Takdir

Greenland: Film Bencana yang Fokus pada Keluarga
EDITOR'S RATING    

Tidak pamer efek spesial, tapi lebih intim dengan kisah soal keluarga yang berusaha bertahan hidup

Film soal bencana memang selalu menarik, tetapi banyak yang hanya terjebak pada pameran efek spesial dengan cerita biasa saja.  Sudah banyak film soal bencana yang akhirnya hanya menjadi film kelas B sebab tidak mampu membuat penonton terkesan. Bisa dibilang, Greenland menjadi salah satu  film soal bencana alam yang ceritanya tidak dangkal.

Jika dahulu pada akhir tahun 90-an film dengan efek CGI dahsyat masih sedikit, wajar jika penonton kagum. Sekarang, film dengan CGI dahsyat soal kehancuran sudah tidak aneh lagi sehingga pembuat cerita harus memutar otak agar bisa memikat penonton untuk melihat film soal bencana. Kali ini, dengan fokus keluarga, film bencana mengenai tabrakan serpihan komet ke Bumi ini jadi menarik.

Gerard Butler yang sudah tambun menjadi John Garrity, seorang insinyur infrastruktur yang sedang berusaha memperbaiki hubungan dengan istrinya Allison (Morena Baccarin). Sementara itu anak mereka, Nathan (Roger Dale Floyd) menderita diabetes. Tidak banyak basa-basi, dalam 10 menit pertama, sudah langsung dimunculkan komet Clark yang serpihannya menghantam bumi dan merusak rencana keluarga Garrity. Keadaan menjadi kacau ketika hanya segelintir manusia saja yang terpilih oleh pemerintah Amerika Serikat untuk naik pesawat militer menuju Greenland, sebuah pulau besar di utara Kanada, yang diisukan memiliki bunker agar manusia berlindung dari bencana. 


Selain menunjukkan krisis yang membuat John berusaha dekat dengan keluarganya, film ini juga menunjukkan berbagai perilaku manusia yang oportunis, baik hati, bahkan jahat, ketika bencana menanti, seolah bencana ini menguak sifat asli manusia. Ya, mirip sedikit dengan pandemi yang sedang kita alami saat ini. Efek spesial yang ada memang tetap bagus, tapi bukan menjadi jualan utama. Bisa dikatakan, film ini menang dari segi cerita yang sederhana yakni soal keluarga. Tidak ada pahlawan super Amerika atau pesawat canggih ke luar angkasa, yang ada hanyalah keluarga biasa yang harus terjebak kekacauan di mana-mana.

Lantas apa yang terjadi jika kejadian ini ada sekarang? Untuk membahas hal ini, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) ikut membagikan pendapat mereka dalam acara screening film Greenland di mall Kota Kasablanka pada Sabtu, 6 Maret 2021. HAAJ sendiri adalah sebuah klub astronomi yang sudah berdiri sejak 21 April 1984. Bermarkas di Planetarium dan Observatorium Cikini Jakarta, HAAJ sudah sering mengadakan acara seminar dan diskusi mengenai astronomi.   

Ikut meramaikan acara, Ananda Reza (Andre) dan Jihan Nabilah (Jihan) mewakili HAAJ ikut menjelaskan bagaimana kesempatan bertahan hidup manusia jika planet bumi ditabrak meteor.  Menurut mereka berdua, manusia tidak akan selamat jika bumi ditabrak komet, tapi ada sedikit harapan, yakni sejauh ini belum ada komet besar yang akan menabrak bumi dalam waktu dekat. Tambahan informasi dari mereka ikut membantu penonton screening memahami cerita Greenland.