Angel Has Fallen: Aksi Heroik Satu Orang Melawan Satu Negara

by Prima Taufik

Angel Has Fallen: Aksi Heroik Satu Orang Melawan Satu Negara
EDITOR'S RATING    

Aksi satu orang yang mudah ditebak

Olympus Has Fallen pada tahun 2013 lalu sempat menjadi kuda hitam yang mencuri perhatian. Aksi solo Mike Banning (Gerard Butler) menyelamatkan presiden memberi kita film aksi one man show yang kala itu sudah lama tidak muncul di layar kaca. Sukses ini disusul pembuatan sekuelnya London Has Fallen pada tahun 2016 masih dengan jajaran cast yang sama. Hasilnya tampaknya cukup mengisi kantong Lionsgate sehingga sekuel keduanya Angel Has Fallen pun dilepas ke pasaran.

Masih dengan plot yang notabene sama, yaitu percobaan pembunuhan pada Presiden Amerika, kali ini sang pahlawan Banning dituduh sebagai pelakunya. Sebuah plot klise di mana penulis cerita bingung mencari penjahat, maka dibuatkah karakter utama dijadikan penjahat walau di akhirnya kita semua tahu jika penjahatnya bukan dia dan penjahat aslinya adalah orang terdekatnya sendiri. Banning harus pontang-panting kabur agar tidak ditangkap. Hebatnya satu battalion polisi yang mengejarnya bisa ia hindari dengan mudah.

Jualan utama dari film-film seperti ini tentu bukanlah plot yang cerdas. Kita akan disajikan adegan-adegan bombastis, aksi tidak masuk akal, dan cara bertahan hidup yang ekstrim dari kejaran FBI dan tentara bayaran hanya dengan bermodalkan senapan. Harus diakui adegan aksi dalam film ini cukup lumayan. Sound Dolby juga membuat suara peluru dan ledakan cukup menggelegar. Sayang, seringnya muncul adegan bombastis justru membuat penonton kelelahan menjelang film berakhir. Apalagi di beberapa bagian, CGI nya masih terlihat kasar. Untuk ukuran tahun 2019, di mana teknologi CGI sudah semakin maju, jelas ini membuat turn off. Padahal, bujet film ini lebih besar dari 2 pendahulunya.


Butler seperti biasa tidak berakting. Ia tetap menjadi dirinya sendiri yang harus selalu tampil macho bravado dan menjadi yang paling tahu semuanya. Bahkan di awal film, diperlihatkan ia berlatih skenario perang, di mana ia sendiri melawan 1 batalion tentara. Amazing. Semua pemain di sini memerankan karakter stereotip yang sudah ada di semua film-film aksi. Orang sok tahu, orang muka culas, dan love interest yang tidak bisa apa-apa.

Untuk level hiburan film ini telah menunaikan tugasnya dengan baik. Walau efek lebay-nya tidak sebesar franchise Fast and Furious, tapi aksinya cukup bikin mata takjub. Karena kita tahu Banning pasti menang, jadi saat Anda butuh tontonan yang ringan dan asyik, maka Angel Has Fallen tetap bisa menjadi pilihan utama.