Ketika halusinasi jadi terlalu nyata
Jacob
Singer (Michael Ealy) seorang mantan tentara pulang dari perang dan harus
mengalami sindrom traumatis. Bertahun-tahun setelah kembali dari perang, ia mulai
menjalani kehidupan normal. Namun, kilas-balik perang tersebut makin lama makin
mengganggu hidupnya. Suatu hari, ia mendapat berita jika adiknya yang dianggap
tewas di medan perang ternyata masih hidup. Ia berhasil menemukan adiknya dan
membawanya pulang. Tetapi, keaadan malah semakin rumit saat realita
kehidupannya dan adiknya perlahan-lahan mulai berbaur.
Film
ini sebenarmya memiliki cerita yang jika dieksekusi dengan baik, hasilnya akan
sangat bagus. Namun, terbatasnya bujet atau kemampuan film making yang kurang mumpuni membuat film ini terasa tumpang-tindih
dan membosankan secara penceritaan. Padahal, ceritanya cukup rumit karena banyak
adegan halusinasi dan twist di akhir
cerita. Penonton tidak cukup diberi alasan untuk tetap menonton adegan di
layar. Kebosanan ini membuat penonton tidak peduli dengan petunjuk-petunjuk
yang diberikan sepanjang film. Jadi, saat twist-nya
terbongkar, tidak ada rasa terkejut. Hanya sekedar “oh, ternyata ceritanya
begini” tanpa ada niatan untuk mencari tahu lebih lanjut.
Film
ini mencoba menggabungkan sensasi thriller
dan horor sekaligus. Pencahayaan yang suram sepanjang film, teknik pengambilan
gambar ala film horor, kemunculan sosok-sosok yang sengaja mengejutkan, dan
visual yang menakutkan bermunculan di sepanjang film. Sebenarnya, ini bagus
untuk mengelabui penonton agar merasa ikut terjebak dalam pikiran Jacob. Namun,
lagi-lagi eksekusi yang buruk seperti film horor kelas B membuat penonton tidak
peduli akan hasilnya. Kesan thriller-nya
sendiri baru terasa menjelang film berakhir menjelang twist dibongkar. Menarik,
tetapi karena dari awal penonton tidak terhubung dengan karakternya, hasilnya
terasa biasa saja.

Ealy
sebagai ujung tombak utama film ini sayangnya kurang berhasil memberikan
performa yang meyakinkan. Dari awal, wajahnya yang tampak kebingungan tidak
memberi kedalaman apa-apa pada karakternya hingga film berakhir. Untungnya, karakter
pendukung seperti Isaac Singer (Jesse William) yang menjadi adik Singer yang
hilang lebih membekas Perubahan karakternya terlihat walau sosoknya tidak
sering muncul. Sisanya, hanya tokoh-tokoh pendamping yang mudah dilupakan.
Film
ini sepertinya terinspirasi dari film berjudul sama yang tayang pada tahun 1990
dan diperankan Tim Robbins. Hanya jalan ceritanya yang berbeda walau latar
belakang sama-sama veteran perang. Jika dieksekusi lebih baik, sebenarnya film
ini berpotensi. Namun, ini mungkin sudah hasil paling maksimal dari David M.
Rosenthal sebagai sutadara.
Film Jacob's Ladder bisa kalian saksikan di Klik Film.
