Masa-masa keemasan band nomor satu di dunia
Dari
anak muda biasa yang suka ngeband dari café ke cafe di Liverpool, The Beatles
menjelma menjadi band nomor satu di dunia hanya dalam waktu tiga tahun. Mereka
menjadi ikon dan trend setter bagi
anak muda di seluruh dunia pada tahun 1960-an. Lagu mereka merajai semua tangga
lagu yang ada di dunia selama berbulan-bulan. Sesuatu yang langka bisa terjadi
di waktu itu, apalagi saat itu tidak ada media sosial seperti sekarang. Mereka
terkenal berkat omongan dari mulut ke mulut.
Dalam
film dokumenter ini, kita dibawa melihat apa sebenarnya yang membuat The
Beatles disukai di dunia. Apa yang membuat mereka besar dan bagaimana anak-anak
muda yang saat itu masih usia 19 tahun menghadapi ketenaran yang merenggut masa
muda mereka? Semua bisa dinikmati oleh para penggemar The Beatles di film yang disutradarai
Ron Howard ini.
John
Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr mungkin tidak
menyangka band mereka akan menjadi sangat terkenal. Mereka membuat band hanya
untuk menyalurkan hasrat bermusik mereka dan bersenang-senang. Tetapi, gaya
mereka yang santai dan energik di masa itu ternyata berbeda dari band-band lain
dan disukai anak muda. Saat Brian Epstein memutuskan menjadi manajer mereka, ia
mulai menata jalan The Beatles menjadi ikon dunia.

Tiket
tur mereka di setiap kota selalu habis terjual. Ribuan orang antri hingga 12
jam dan membentuk jalur manusia sepanjang satu kilometer lebih di Liverpool.
Setiap wanita yang menonton mereka histeris. Padahal, jika dilihat, mereka
tidak mencolok layaknya anak band masa kini, tapi murni karena lagu-lagu mereka
memang easy listening dan menyentuh
kehidupan anak muda.
Film
ini menggambarkan betapa Beatles sendiri tidak percaya akan ketenaran mereka
saat diminta untuk tur ke Amerika. Namun, lagu mereka memuncaki semua tangga
lagu radio di Amerika. Di sanalah, mereka yakin jika mereka bisa diterima
dunia. Tur mereka sukses besar dan ribuan orang rela antri di Amerika. Padahal
saat itu di Amerika sedang ada tragedi, yaitu pembunuhan John F. Kennedy.
Seperti
biasa ketenaran selalu punya harga yang harus dibayar. Mereka kehilangan masa
muda, jenuh dengan rutinitas, serta tuntutan media yang semakin mengambil waktu
pribadi mereka. Ucapan-ucapan mereka mulai dipelintir media, apa pun yang
mereka lakukan jadi berita utama. Mereka pun memutuskan istirahat dari dunia
musik. Saat kembali, album mereka Sgt.
Pepper’s Lonely Hearts Club Band memuncaki kembali tangga lagu dunia. Album
ini mengubah The Beatles menjadi lebih dewasa dalam bermusik hingga mereka
bubar.
Tonton film The Beatles: Eight Days a Week - Touring Years di Klik Film.
