Men In Black: International -- Tidak Mampu Menyamai Keseruan Film Pendahulunya

by Prima Taufik

Men In Black: International -- Tidak Mampu Menyamai Keseruan Film Pendahulunya
EDITOR'S RATING    

Faktor Chris Hemsworth ternyata tidak banyak membantu

Setelah agak menurun kualitasnya di seri ketiga, Sony tampaknya masih berharap pada seri Men In Black ini untuk mendulang uang kembali. Dengan penambahan embel-embel international dan merekrut pemain kelas A, Chris Hemsworth dan Tessa Thompson, mereka berharap franchise ini bisa bangkit lagi. F. Gary Gray yang sukses membesut The Fate of The Furious direkrut agar bisa membawa Men In Black: International berjaya meraup ratusan juta dolar. Namun, masih jauh panggang daripada api. MIB: International terlihat kurang spesial sama sekali.

 

Premis awal film terlihat menjanjikan. Seorang wanita bernama Molly (Thompson) berhasil menemukan organisasi MIB yang bahkan tidak terdeteksi oleh agensi paling rahasia di Bumi ini. Namun, ketika fase petualangan dimulai, film ini terasa medioker sekali. Banyak adegan aksi yang terkesan setengah-setengah. Seharusnya MIB bisa lebih gila dalam aksi dibanding Fast and Furious, namun hasilnya biasa saja. Walau banyak adegan pamer kecanggihan teknologi, tapi semuanya terkesan pengulangan dari film-film MIB sebelumnya. Tidak ada adegan yang benar-benar memukau.

 

Jika tidak bisa memukau di bagian CGI, seharusnya penulis naskah sanggup membuat cerita yang bisa menarik simpati penonton. Sayangnya, MIB: International juga gagal di bagian ini. Ceritanya terlalu sederhana dan memiliki pola yang sangat standar. Ekplorasi cerita terasa kurang dan tidak ada bagian yang membuat penonton terpaku pada layar. Semua hanya mengalir begitu saja dan penonton akan melupakannya begitu film selesai.



 

Untungnya karakter-karakter di film ini lumayan menarik. Terutama karakter Pawny yang disuarakan oleh Kumail Nanjiani yang sangat lucu. Bisa dibilang, karakter inilah yang membuat filmnya lebih hidup. Thompson dan Hemsworth bermain aman di film ini. Hemsworth berusaha menggali potensi komedi yang dimilikinya, namun kurang berhasil membekas di benak penonton. Untuk film dengan karakter protagonis yang biasa-biasa saja, setidaknya studio bisa menginvestasikan uang lebih pada karakter villain yang oke. Sayangnya, sang penjahat terlalu mudah dikalahkan.


Dengan dunia MIB yang tidak terbatas pada alam semesta, seharusnya mereka bisa lebih kreatif dalam banyak hal. Meski ada kekurangan di sana-sini, filmnya sendiri tidak bisa dibilang jelek. Unsur menyenangkan itu tetap ada meski tipis dan hanya cukup untuk menimbulkan seutas senyum tipis di mulut.