Pada suatu masa di Turki tidak ada Wong Fei Hung ataupun Robert DeNiro.
Sutradara: Nuri Bilge Ceylan
Pemain: Muhammet Uzuner, Yilmaz Erdogan, Taner Birsel
Durasi: 157 min
Judul asli: Bir Zamanlar Anadolu'da
Ini tidak ada hubungannya dengan Once Upon a Time in China-nya Wong Fei Hung atau Once Upon a Time in America nya Robert DeNiro. Anatolia adalah nama lain daratan Turki dan film ini bukan soal epik sejarah, melainkan sebuah kesunyian di tengah indahnya alam Turki. Sebuah kesunyian yang menutupi galaunya eksistensi manusia di muka bumi.
Dikisahkan sekelompok polisi ditemani seorang jaksa bersama seorang tersangka mencari mayat di pedesaan Turki. Ketika mayatnya ditemukan, maka dikirim ke desa terdekat untuk diautopsi. Tapi ini bukan sekedar investigasi sebab dibalik kesunyian yang ada ada ketakutan, emosi yang terpendam, dan keterbatasan pengetahuan manusia terkuak. Semuanya terlihat kelam tapi tidak menakutkan sebab sinematografinya dengan bagus menangkap indahnya pedesaan Turki. Dalam beberapa adegan sunyi yang hanya melibatkan lampu cempor dan angin malam, Anda akan merasa sedang bermeditasi.
Seiring berjalannya film secara perlahan tiap lapisan emosi karakternya terkuak. Walau tidak gamblang namun secara subtil penonton bisa melihat motivasi dan latar belakang masa lalu setiap karakter yang masih kabur.
Nuri Bilge Ceylan memang sineas kawakan, ia besar di kota kecil sehingga paham keadaan sosial yang ada. Salah satu rekan penulis naskah film ini adalah dokter yang harus bekerja di desa untuk mendapatkan lisensinya. Elemen dokter ini juga ada di filmnya.
Mendapat Grand Prix di Cannes tahun lalu dan dengan durasi tiga jam, filmnya bisa jadi membosankan untuk Anda yang tidak terbiasa menonton film kelas festival dan walau dialognya biasa saja, Anda harus berpikir ekstra untuk menyarikan apa dan bagaimana sang karakter bertindak.
