Fast & Furious 6: Sebuah Suguhan Adrenaline Tanpa Henti

by Joedi Dance

Fast & Furious 6: Sebuah Suguhan Adrenaline Tanpa Henti
EDITOR'S RATING    

Summer blockbuster sudah dimulai! Dan kini, geng pembalap liar kesayangan kita semua kembali dalam sebuah film aksi dengan skala yang lebih besar. Penasaran sebesar apa aksinya? Baca ulasan editor kami di sini!

Sutradara : Justin Lin
Penulis Naskah : Chris Morgan
Pemeran : Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnsons, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Tyrese Gibsons, Chris "Ludacris" Bridges, Sung Kang, Gal Gadot, Luke Evans, Gina Carano, Joe Taslim
 

Ketika The Fast and The Furious dirilis di tahun 2001, mungkin tidak akan ada yang menyangka bahwa filmnya sendiri akan menjelma menjadi sebuah franchise besar yang begitu menjual. Dengan kisah mengenai pembalap jalanan ilegal, film ini mampu menarik begitu banyak penonton dan juga turut membesarkan nama Vin Diesel dan Paul Walker yang menjadi semakin ikonik dengan judul franchise ini sendiri. Terbukti, di setiap serinya, hasilnya di box office tidak pernah mengecewakan sehingga terus dan terus dibuat kembali dengan menawarkan banyak aksi balapan yang semakin fantastis dan juga kisah yang terus berkesinambungan dan menarik fansnya untuk tetap tertarik mengikuti sekuelnya.

Hal ini juga berlaku di sekuel kelima franchise ini, 12 tahun berselang sejak filmnya pertama kali rilis. Fans semakin dibuat menggila dengan kemungkinan kembalinya tokoh Letty, yang diperankan oleh Michele Rodriguez, sejak ending Fast Five. Belum lagi dengan trailer banyak adegan aksi yang begitu megah dalam skala besar semakin menambah antusiasme penonton. Dan terutama bagi warga negara Indonesia, film ini semakin ditunggu-tunggu lantaran salah satu aktor kebanggaan Indonesia, Joe Taslim, yang terkenal dengan perannya sebagai Sersan Jaka di film The Raid, turut mengisi jajaran pemain filmnya. Hal ini tentu sangat mengejutkan mengingat jarangnya kesempatan aktor Indonesia bisa unjuk gigi dalam film Hollywood berskala raksasa seperti ini.

Setelah aksi perampokan besar-besaran mereka di Fast Five, geng pembalap liar kini hidup damai. Pasangan Brian O'Conner (Walker) dan Mia (Brewster) kini sudah memiliki seorang anak, sementara Dominic 'Dom' Toretto (Diesel) juga bersantai menikmati hidup, walau mereka tidak bisa kembali ke negaranya karena berstatus penjahat internasional yang diburu. Di sisi lain, Agen Hobbs (Johnson) bersama dengan partner barunya, Riley (Carano), sedang menginvestigasi sebuah perampokan besar di Rusia. Petunjuk mengarahkan mereka ke nama Owen Shaw (Evans), seorang mantan SAS yang nampaknya memiliki rencana jahat yang mengancam keamanan dunia. Dengan keterlibatan Letty (Rodriguez) yang dikira telah tewas, Hobbs lalu meminta bantuan kepada Dom untuk membantunya meringkus Shaw. Dom bersedia membantu dengan syarat diberikannya amnesti kepada mereka semua dan juga Letty. Dengan mengajak kembali seluruh anggota geng, yaitu Roman (Gibson), Tej (Ludacris), Han (Kang), dan Gisele (Gal Gadot), Dom berniat untuk menghentikan apapun rencana Shaw sekaligus merebut kembali Letty. Berhasilkah?

Justin Lin kembali menyutradarai film ini setelah keberhasilannya dalam membesarkan franchise ini sejak Tokyo Drift. Dengan naskah yang masih ditulis oleh Chris Morgan, film Fast & Furious 6 ini benar-benar menyuguhkan aksi masive dengan ledakan-ledakan yang menghajar tensi penonton tanpa memberikan jeda, begitu juga berbagai macam mobil cepat dan canggih yang menjadi ciri khas franchise ini. Dengan durasi sepanjang 130 menit, filmnya sangat padat dan banyak hal yang ingin disampaikan, begitu pula dengan subplotnya. Namun, ini tidak lantas membuat filmnya jadi tidak fokus. Walau ceritanya tergolong sederhana dan padat, tapi tidak lantas membuat suguhan action-nya berkurang. Sejak awal hingga akhir, rentetan adegan aksi yang terasa begitu megah dengan balapan yang memicu ketegangan dipertunjukka, dan skala adegannya sendiri meningkat menjadi semakin besar. Lin seolah menggila, menggunakan apapun yang terpikirkan untuk membuat aksinya semakin dan semakin besar. Mobil sudah terlalu mainstream, masukkan pula tank dan pesawat ke dalamnya, maka semakin seru jadinya.

Dan dengan sinematografi arahan Stephen F. Windon turut memberikan poin plusnya sendiri. Dengan caranya sendiri, Windon memberikan pemandangan spektakuler dari berbagai macam kota yang menjadi lokasi syutingnya, mulai dari pulau Canary di Spanyol, Los Angeles, hingga London, yang terasa begitu breathtaking, eksotis, sekaligus memacu adrenalin penonton. Seolah semua lokasi yang dipilih memang sangat mendukung seluruh adegan aksi dalam skala besar ini. Kontur alam dan jalanan masing-masing lokasi turut berkontribusi untuk aksi destruktif yang memanjakan mata.

Tentu saja, semua ini dibantu dengan kembalinya para aktor dalam memerankan tokoh yang sudah begitu lekat dengan mereka. Tidak terbayangkan tokoh Dom dan Brian dimainkan oleh duet Diesel-Walker, yang terlihat kompak, walau tidak sampai memberikan kesan bromance yang kini marak dijumpai di banyak film. Lalu Dwayne Johnson, yang muncul sejak Fast Five, menjadi daya tarik kuat dengan sosoknya yang begitu tangguh dan kuat. Lalu ada duet Gibson dan Ludacris, memberikan film ini sentuhan komedi yang menghibur. Juga para aktor wanita yang tidak hanya bertindak sebagai pemanis namun juga mematikan, seperti Brewster, Rodriguez, Canaro, dan Gal Gadot. Di sisi lain, Luke Evans memberikan penampilan yang terlihat begitu 'dingin' dan tak terkalahkan, walau kharismanya masih kurang dengan para aktor utama. Dan tentu saja, ada Joe Taslim, yang walaupun tidak terlalu banyak dialog tapi menampilkan sebuah performa yang maksimal, terlihat begitu badass.

Tentu saja, Fast & Furious 6 ini merupakan pilihan yang tepat untuk summer blockbuster di tahun 2013. Film ini menyuguhkan segala hal yang diinginkan penonton yang menginginkan hiburan di dalam bioskop. Mobil-mobil cepat yang melaju, wanita-wanita seksi berbikini, adegan-adegan action yang destruktif dalam skala raksasa, dan cerita yang simpel dengan twist di paruh akhir. Benar-benar sebuah sajian yang memancing hormon adrenalin dan testosteron, namun perlu diingat bahwa dengan durasi lebih dari dua jam, bisa jadi penonton sudah lelah sebelum bisa bernapas lega untuk mengikuti hajaran dahsyat yang tanpa jeda.

Artikel Terkait