The Great Gatsby, sebuah novel klasik terkenal kali ini diangkat oleh Baz Lurhmann yang kembali bekerja sama dengan American heartthrob, Leonardo DiCaprio. Baca ulasan editor kami disini.

Sutradara : Baz Luhrmann
Penulis Naskah : Baz Luhrmann dan Craig Pearce
Pemeran : Leonardo DiCaprio, Tobey Maguire, Carey Mulligan, Joel Edgerton, Isla Fisher, Elizabeth Debicki, Amitabh Bacchan
Di tahun 1925, seorang penulis berkebangsaan Amerika bernama F. Scott Fitzgerald menulis sebuah karya yang merupakan magnus opumnya di dunia literatur, The Great Gatsby. Ironisnya, pada awalnya karya ini justru tidak mendapatkan reaksi yang positif hingga ketika meninggal di tahun 1940, Fitzgeral menderita frustasi berkepanjangan dan bahwa karyanya akan dilupakan dunia. Beliau baru menjadi sangat terkenal sebagai penulis berbakat justru tak lama setelah kematiannya, setelah Perang Dunia II, dan The Great Gatsby bahkan dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum di berbagai SMA selama bertahun-tahun. Sejak saat itu, reputasi Fitzgerald sendiri dan karya-karyanya meroket.
Dan tentu saja, dengan reputasi sebagai "Great American Novel", ada begitu banyak adaptasi yang terinspirasi dari kisah cinta Jay Gatsby ini, baik itu literatur, opera, kisah radio, hingga film. Untuk adaptasi layar lebarnya ini sendiri, tercatat ada kurang lebih lima film berjudul sama dengan novelnya. Yang paling terkenal tentu saja versi tahun 1974, arahan Jack Clayton dengan Robert Redford dan Mia Farrow yang berperan sebagai Jay Gatsby dan Daisy Buchanan dan Francis Ford Coppola sebagai penulis skenario. Di tahun ini sendiri, Baz Luhrmann yang sudah terkenal dengan Romeo + Juliet mencoba untuk mengadaptasi kisah klasik yang timeless ini.

Kisah diawali ketika Nick Carraway (Maguire), veteran Perang Dunia I dan lulusan Yale yang menderita depresi dan menjadi seorang alkoholik yang kemudian berbicara dengan terapisnya, dan menyarankannya untuk menulis apapun yang ia ingin sampaikan. Kita lalu diperkenalkan dengan Jay Gatsby (DiCaprio), seorang jutawan yang tinggal di sebelah pondok Nick, di daerah West Egg. Nick belum pernah bertemu dengan Gatsby yang misterius, yang sering sekali mengadakan pesta-pesta mewah dan liar, yang selalu didatangi berbagai kalangan masyarakat New York yang sangat haus akan hiburan. Sepupu Nick, Daisy (Mulligan) yang tinggal di sisi lain pulau yaitu East Egg, menikah dengan jutawan setempat yang sekaligus merupakan rekan lama Nick di Yale, Tom Buchanan (Edgerton). Tom lalu mengajak Nick untuk berpesta bersama dengan Myrtle (Fisher), wanita simpanannya yang sekaligus adalah istri dari George (Clarke), pemilik usaha jual beli mobil bekas yang tinggal di "Valley of Ashes". Di sisi lain, Gatsby kemudian tiba-tiba muncul dan menawarkan sebuah ikatan persahabatan dengan Nick, yang kemudian kembali membuka kembali sebuah luka lama dari kisah cinta dengan Daisy.
Ini adalah kali keduanya Luhrmann bekerja sama dengan DiCaprio setelah sebelumnya mengadaptasi kisah terkenal Romeo and Juliet karya Shakespeare di tahun 1996. Dan dengan naskah yang juga ditulis Luhrmann bersama dengan Pearce, mereka berusaha untuk menerjemahkan tulisan dari Fitzgerald. Terus terang saja, bagi pecinta novelnya, Lurhmann dengan setia memvisualisasikan setiap dialog, lokasi, dan deskripsi dari tiap halamannya. Dan bahkan saya tidak menyangka bahwa penggambaran dari setting ini sendiri bisa begitu megah dan indah. Cantik sekali. Dan taste ini sama dengan ketika menonton Romeo + Juliet, bedanya kalau Romeo + Juliet adalah sebuah modernisasi dari kisah klasik, The Great Gatsby tetap mempertahankan keotentikan klasik yang kemudian dikawin silangkan dengan sebuah modernisasi, menghasilkan sebuah film yang begitu harmonis, terasa klasik sekaligus modern. Dan pastikan menyaksikannya dalam versi 3D...it's really beatifully stunning!

Dan keberhasilan Luhrmann dari segi visual ini sangat terbantu dengan bantuan Catherine Martin sebagai desainer di bagian art department. Kastil Gatsby yang dipenuhi orang-orang yang berpesta, dengan berbagai macam warna-warni yang meriah dan mencolok mata, rumah Buchanan yang serba putih dan elegan dan atau penggambaran kelas buruh dan Valley of Ashes yang sangat kumuh, berdebu, dan kelabu. Begitu juga dengan kostum-kostum yang dipakai, gaun-gaun dengan bahan halus dan warna-warni indah yang terlihat anggun, dengan gaya ala flapper yang memang sangat in di tahun 20-an, dan juga para pria yang terlihat begitu perlente sekaligus modern. Beautiful.
Keunikan lain yang diusung Luhrmann ada di scoring dari Craig Amstrong dan pemilihan OST yang unik dan ekletik. Perpaduan musik jazz yang mengalun sendu, menggambarkan suasana jazz era kala itu, bersamaan dengan aransemen hip-hop Jay Z, menggambarkan dengan tepat suasana pesta dan kehidupan para kaum kelas atas dan sosialita, yang justru terasa begitu relevan dengan sekarang. Dengan barisan musisi seperti Jay Z, Kanye West, Lana Del Rey, Jack White, hingga Florence and the Machine. Ini benar-benar sebuah pameran visual dan harmonisasi musik yang megah dan elegan.

Sayangnya, hal ini tidak lantas diimbangi dari sisi penceritaannya. Luhrmann dan Pearce mungkin setia dengan visualisasi novelnya, dan bahkan sedikit menambahkan memoar dari Fitzgerald itu sendiri. Mereka juga mampu menggambarkan suasana 'kesepian' di dalamnya, berikut dengan kritik sosial mengenai isu rasialisme, perbedaan mencolok antara kaum kaya dan kelas buruh, idealisme, hingga potret era musik jazz, persis seperti penggambaran novelnya. Semuanya ada disini. Sayangnya, semua rasa itu terasa sedikit tanggung, dan kalau mau dibandingkan dengan novelnya sendiri, filmnya tidak memberikan efek depresif dan pedih.
Lalu dari segi aktingnya sendiri, sebagai front liner, Leonardo DiCaprio merupakan pilihan yang paling tepat. DiCaprio, seperti yang sudah sangat kita tahu, memberikan performa akting yang prima, menggambarkan sosok Jay Gatsby yang penuh optimisme yang naif, dengan gerak-gerik dan logat sempurna, begitu mempesona. Leo membuat kita percaya betapa dalamnya perasaannya terhadap Daisy, dan sejauh apa dia akan pergi, demi Daisy. Obsesi yang terasa begitu hangat sekaligus mengerikan, yang merupakan sebuah bukti performa cemerlang dari DiCaprio.

Sayangnya itu tidak diimbangi dengan yang lain. Carey Mulligan secara fisik memang memerankan sosok Daisy yang terlihat begitu rapuh sekaligus sulit dijangkau, sekaligus egois dan nampak tak memedulikan apapun kecuali dirinya sendiri, tapi ya hanya itu. Tobey Maguire yang kurang bisa menggambarkan sosok Nick seperti penggambaran Fitzgerald di novelnya. Di dalam novel, Nick digambarkan sebagai sosok yang sedikit sarkastik , observator andal, tapi menarik perhatian dan membuat orang berlomba-lomba untuk berteman dengannya. Namun Nick milik Maguire malah menjadi sosok yang begitu polos dan lugu, sekaligus canggung. Akting Maguire terasa begitu hambar dan satu dimensi saja. Sebagai Jordan Baker, Debucki mampu dengan indah memerankan sosoknya, sayang porsinya kurang lengkap. Isla Fisher benar-benar miscast, dan bahkan Edgerton terlihat begitu konyol dan komikal.
Jadi secara keseluruhan, kalau memang kalian belum pernah membaca novelnya, kalian bisa dengan mudah menyukai film ini. It's really beautifull and style over substance, dan memang visualnya juara sekali. Tapi buat penggemar novelnya mungkin merasakan ada sesuatu yang kurang tepat....entah dimana. Sayang sekali.