G.I. Joe: Retaliation

by Joedi Dance

G.I. Joe: Retaliation
EDITOR'S RATING    

Sebuah sekuel penuh aksi dengan cerita yang (terlampau) padat.

Para fans film G.I. Joe : The Rise of Cobra tentu merasa kecewa ketika installment kedua dari film yang diangkat dari action figure keluaran Hasbro ini diundur penayangannya. Sequel yang berjudul G.I. Joe: Retaliation ini sedianya akan ditayangkan pada tanggal 29 Juni 2012  namun diundur hingga ke tanggal 29 Maret 2013. Sempat muncul rumor bahwa pengunduran ini dikarenakan screentime Channing Tatum yang terlalu sedikit. Namun akhirnya alasan sesungguhnya diketahui: Film ini akan dikonversi ke dalam format 3D. Dan tentunya konversi ke format 3D ini untuk menarik uang lebih banyak, mengingat film pertamanya sendiri di tahun 2009, mampu meraup keuntungan lebih dari 300 juta dollar di seluruh penjuru dunia. Tentunya sequel adalah kesempatan untuk meraup uang lebih banyak dan kesempatan untuk menjelma menjadi sebuah franchise yang potensial layaknya Transformers yang sama-sama  berada di bawah naungan produksi Di Bonaventura Pictures. Film pertama franchise G.I. Joe sendiri menjadi sasaran empuk cacian dari para kritikus. Lalu, apakah G.I. Joe: Retalitation mampu memperoleh kesuksesan kualitas dan komersial mengalahkan film sebelumnya?

Dunia kini sudah aman karena Cobra (Luke Bracey) sudah ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara yang tidak mungkin bisa ditemukan oleh siapapun. Pasukan elit khusus G.I. Joe kini dipimpin oleh Kapten Duke (Tatum) bersama dengan second commando Roadblock (Dwyane Johnson) yang diperintahkan oleh Presiden USA (Jonathan Pryce) ke dalam sebuah misi jebakan di Pakistan, tanpa mereka ketahui bahwa sesungguhnya pemerintahan sudah disusupi oleh anak buah Cobra yang ingin membalas dendam, yaitu Zartan (Arnold Vosloo), Firefly (Ray Stevenson), dan Shadow Hunter (Lee Byung-hun). Dalam sekejap, G.I. Joe berhasil dimusnahkan dan didaulat menjadi musuh negara. Kini, para anggota G.I. Joe yang berhasil bertahan hidup harus berpacu dengan waktu untuk merebut kembali kekuasaan dan mencegah apapun rencana jahat Cobra selanjutnya. Berhasilkan mereka?

Dari segi cerita, mau tidak mau kita akan teringat sekilas dengan Mission Impossible: Ghost Protocol karena kemiripan plot yang ada. Rhett Reese dan Paul Wernick selaku penulis naskah sendiri mencoba memberikan sentuhan komedi yang sayangnya terasa kurang begitu berhasil. Dengan banyaknya plothole yang bertebaran di sepanjang film, mau tidak mau akan membuat kening sedikit berkerut. Tapi, ini adalah film pembuka summer blockbuster jadi cukup duduk dan nikmati sembari mengunyah berondong jagung dan minuman supaya tenggorokan tidak seret.

Bermunculannya tokoh-tokoh baru seperti Roadblock, Lady Jaye, Flint, Jinx, dan Firefly yang harus diperkenalkan kepada para penonton plus ditambah kisah masa lalu Storm Shadow membuat Retaliation terasa sangat padat sehingga banyak karakter yang terasa numpang lewat semata karena tidak diimbangi oleh pendalaman karakter atau tertutup karisma aktor lainnya, seperti Flint dan Jinx yang terkesan tempelan. Akting Byung-hun yang diharapkan dapat memberikan sentuhan drama juga terasa datar saja. Meskipun begitu, kekurangan ini dimaafkan karena tubuh Byung-hun yang sedap dipandang, dengan ataupun tanpa kostum.

Namun, sadar bahwa filmnya lemah dari segi plot, maka John Chu selaku sutradara memaksimalkan adegan aksi dan ledakan yang tentunya sangat menegangkan. Terutama sebuah adegan pertarungan yang sangat memorable dan juga breathtaking, menggenjot tensi action secara maksimal sedari awal hingga akhir. Jangan lewatkan juga Adrianne Palicki yang seakan menjadi penyeimbang untuk serangan hormon testosteron bertubi-tubi sepanjang film ini. Plus, Bruce Willis yang memang tidak pernah ada matinya. Tidak hanya itu, rasanya film ini juga pantas disebut sebagai pemanasan bagi Johnson sebelum tampil dalam Fast and Furious 6.

Secara keseluruhan, G.I. Joe: Retalitation sendiri merupakan sebuah film yang mungkin akan disukai semua fans G.I. Joe, fans Dwayne Johnson, fans Bruce Willis, dan fans film action secara keseluruhan. Dengan banyak adegan action, kemunculan senjata-senjata dan kendaraan canggih, serta pesona Adrianne Palicki, Chu berhasil menyutradarai sekuel sekaligus ‘reboot’ ini dengan mulus dengan harapan sekuel berikutnya bisa jauh lebih meledak-ledak, secepatnya.
 

Artikel Terkait