Kali ini, Leonidas tidak membela Sparta. Ia membela United States of America.

Brutal, sadis, dan penuh aksi.
Itulah deskripsi singkat untuk menggambarkan Olympus Has Fallen arahan Antoine Fuqua. Dibuka dengan sebuah adegan yang dijamin membuat penonton terhenyak, film dengan cepat melompat ke 18 bulan kemudian. Setelah sebuah kejadian yang mendatangkan trauma mendalam, Mike Banning yang bekerja sebagai Agen Secret Service dipindahtugaskan ke bagian Perbendaharaan Negara. Namun, nalurinya sebagai anggota pengaman presiden tersebut tidak dapat ia kesampingkan manakala dari kantornya, ia melihat Gedung Putih mendapat serangan hingga menewaskan seluruh personil keamanan. Tidak hanya itu, Presiden dan beberapa bawahannya juga ikut ditahan. Satu-satunya komunikasi antara Gedung Putih dengan Pentagon hanyalah melalui Banning yang berhasil menyusup masuk. Kini, nasib presiden dan keamanan Amerika ada di tangan Banning. Sanggupkah ia membantai seluruh teroris yang ada dan menyelamatkan orang nomor satu negara adidaya tersebut?
Lupakan drama yang menyentuh hati dengan mengetengahkan masyarakat Amerika menghadapi serangan teroris ini, ini benar-benar one man show yang dipegang Gerard Butler. Fuqua sebagai sosok yang kerap membesut film-film bertema kepolisian kini agaknya mencoba menyatukan antara plot kisah Air Force One dengan game Counter Strike (plus mungkin sedikit The Raid dengan tokoh utama yang lebih lengkap persenjataannya, otot yang lebih besar, dan juga suara yang lebih seksi). Dari seperempat awal film, penonton seakan tidak diberi waktu untuk menghela atau menghembuskan napas karena tingkat aksi yang tinggi. Tidak hanya itu, Fuqua juga memperlihatkan bagaimana seorang Agen Secret Service dilarang berbelas kasihan dengan musuh dan harus membunuh dengan cara yang brutal, bahkan dengan menancapkan pisau ke kepala sekalipun (ouch).

Selain adegan perkelahian yang memang tidak pantas disaksikan oleh anak kecil, ibu hamil, atau mereka yang tidak kuat melihat darah dan kekerasan, Fuqua juga terlihat mencoba meniru Michael Bay dengan ledakan di sana-sini dan juga efek CGI yang cukup mencengangkan (meski masih terasa agak kasar).
Sebagai tokoh utama, tentu saja Gerard Butler tidak perlu berbicara banyak. Sosoknya menjelma menjadi ksatria gagah tanpa tandingan layaknya King Leonidas dalam 300. Fuqua seakan mengembalikan Butler kepada 'kodrat'-nya sebagai aktor laga dan bukannya drama. Pun dengan Aaron Eckhart yang berperan sebagai Presiden Benjamin Asher bak perwujudan Harrison Ford yang sudah lebih dulu memerangi teroris dan berjuang menyelamatkan negaranya di atas pesawat dan bukan di bunker. Meski begitu, jangan pesimis dulu dengan akting Eckhart yang tetap memukau. Dan, meski hanya bertindak sebagai pejabat pengganti presiden, tapi menarik menyaksikan aktor Morgan Freeman kembali duduk di kursi kepemimpinan negara Paman Sam setelah sebelumnya melakoni hal yang sama dalam Deep Impact.

Film ini bisa jadi akan menginspirasi para kreator Counter Strike untuk membuat game Counter Strike: White House Edition dengan Gerard Butler sebagai tokoh utamanya. Tapi, tentu saja itu sebelum dicekal oleh pihak yang berwenang. Dan, pemikiran yang sempat terbersit di benak saya adalah pemilihan idiom "Olympus Has Fallen" agaknya menggambarkan kearoganan Amerika Serikat yang menyamakan pusat pemerintahan mereka dengan gunung di Yunani yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa-dewa. Lalu, bagaimana kalau apa yang terjadi di film ini terjadi di Indonesia (amit-amit jangan sampai)? Apakah kodenya jadi Semeru, Bromo, Tangkuban Perahu, Krakatau, atau Jayawijaya? Entahlah.
Uniknya, dalam waktu dekat akan muncul juga film bertema serupa dengan judul yang bisa dibilang standar: White House Down. Duduk sebagai pemeran utama adalah Channing Tatum, Jamie Foxx, dan Maggie Gyllenhaal. Tapi tunggu dulu, sutradaranya adalah Roland Emmerich, spesialisasi film-film bencana. Akankah White House Down lebih seru daripada Olympus Has Fallen? Tunggu tanggal mainnya. Sementara itu, siapkan diri Anda karena film ini mulai tayang 21 Maret 2013 di bioskop-bioskop terdekat. Selamat menonton, Jelata.