Beasts of the Southern Wild

by Awi Chin

Beasts of the Southern Wild
EDITOR'S RATING    

Sumbangan review kali ini datang dari Jelata Awi Chin. Selamat membaca.


Sejak memenangkan Sundance dan Cannes Film Festival, film indie besutan Benh Zeitlin ini menjadi perbincangan banyak orang. Ditambah dengan fakta bahwa ini adalah debut penyutradaraan dari sang sineas membuat banyak orang penasaran dengan film ini.
Lantas, apakah film ini benar-benar layak mendapatkan hype yang luar biasa? Agak sulit memang untuk menilai hal tersebut tanpa benar-benar menanggalkan kacamata subjektivitas yang ada. Namun, banyak pihak yang memasukkan film ini ke dalam Top Ten Film of 2012 dan berhasil memenangkan puluhan penghargaan dari berbagai festival film yang ada menjadi bukti tersendiri bahwa film ini memang bukan film biasa. Saya sendiri sempat berpikir jika semua keberhasilan yang diraih film ini ditorehkan di poster filmnya dalam apitan “daun-daun”, maka poster filmnya bisa jadi hanya akan tertutup oleh tulisan. Oke, terlepas dari pikiran random tadi, saya rasa Anda perlu menonton sendiri dan membuktikan apakah Beasts of Southern Wild benar-benar bagus atau hanya menjadi film yang overrated.

Film yang diangkat dari one-act play atau drama satu babak dengan judul Juicy and Delicious karya Lucy Alibar ini sendiri bercerita tentang seorang anak berumur enam tahun bernama Hushpuppy dan ayahnya yang bernama Wink. Keduanya tinggal di Louisiana Bayou (sejenis delta) bernama Isle de Charles Douce atau yang disebut penduduk sekitar dengan julukan Bathtub. Di desa inilah mereka harus berhadapan dengan berbagai masalah, mulai dari banjir bandang yang mengancam hingga kedatangan monster prasejarah bernama Aurochs (bentuknya tidak sekeren namanya) karena es yang membekukan mereka perlahan mencair akibat pemanasan global.
Meskipun Beasts of the Southern Wild bergenre drama fantasi, tapi jangan terlalu mengharapkan spesial efek dan aksi layaknya film-film box office. Kenapa? Jangan lupa bahwa ini adalah film independen yang tidak dibuat dengan dana yang besar sehingga penggunaan efek-efek berlebihan pun diminimalisasi.  

Lalu, apa yang membuat film ini jadi enak untuk ditonton? Jawabannya tentu saja terletak pada akting dua ujung tombak film ini, Quvenzhané Wallis sebagai Hushpuppy dan Dwight Henry sebagai Wink. Zeitlin benar-benar mengambil risiko dengan memberikan dua peran utamanya kepada aktor nonprofesional dan hasilnya? Tidak mengecewakan. Dwight Henry sendiri bukanlah aktor. Ia adalah pemilik Henry’s Bakery and Deli yang terletak tepat di depan studio Court 13, studio yang membuat film ini. Perannya sebagai ayah temperamen dan pemabuk, namun sangat menyayangi Hushpuppy (walaupun terlihat bingung untuk mengungkapkannya) terlihat sangat apik di sini. Akan tetapi, penampilannya seakan tertutup oleh kecemerlangan Wallis.

Zeitlin benar-benar beruntung karena dapat menemukan Quvenzhané Wallis. Di usianya yang baru menginjak umur lima tahun, gadis cilik ini berhasil memainkan Hushpuppy dengan sangat luar biasa. Mungkin, film ini akan gagal kalau Wallis tidak bermain di dalamnya. Bagaimana tidak, mimik muka serta penyampaian setiap dialognya sangat ekspresif, namun tidak nampak dibuat-buat. Belum lagi setiap monolog yang ia narasikan terdengar polos khas anak kecil namun sarat dengan emosi. Membuat Anda semakin larut dalam cerita hidupnya yang ditangkap oleh Zeitlin dalam gambar yang terkesan real dan sangat down to earth. Tidak heran bila Wallis berhasil masuk ke dalam nominasi Best Actress dalam ajang Oscar beberapa waktu lalu.

Namun, bagaimanapun juga Beasts of the Southern Wild tidak lepas dari kekurangan, namun film ini dapat menjadi contoh bahwa kekurangan yang ada bisa ditutupi dengan kelebihan-kelebihan yang dipunyainya. Once, there was a Hushpuppy. And she lived with her daddy at the Bathtub.
 

 

Biodata Singkat Penulis:

Awi Chin adalah seorang pemuda yang tidak pernah lelah bergelut dengan dunia tulis-menulis. Semua yang bisa ia tulis, pasti ditulisnya. Mulai dari kertas, batu (siapa tahu jadi prasasti), hingga jidat orang. Mau berkenalan dengannya? Layangkan surat kalian ke redaksi kami dan jangan lupa sertakan perangko balasan.

Artikel Terkait