Review: Flight

by Gothic Momma

Review: Flight
EDITOR'S RATING    

Baca ulasan editor baru kami, Gothic Momma, untuk film live action terbaru dari Robert Zemeckis, Flight.

Robert Zemeckis adalah alasan saya ada di tahap ini. Tanpa beliau, entah apa jadinya saya sekarang. Lebay? Mungkin. Tapi serius, Forrest Gump adalah cinta pertama saya, film yang menarik saya ke pusaran dunia film. Dan walau saya kini lebih condong ke arah drama dengan tema depresif, ada masa di mana dulu saya sangat menyukai genre drama yang sangat inspirasional, dan Forrest Gump sudah pasti ada di daftar pertama. Film-film live action dan genre drama yang ditangani Zemeckis memang memiliki kekuatan untuk menginspirasi. Namun sejak awal tahun 2000an, Zemeckis lebih berfokus pada dunia animasi dan pengembangan teknologi motion capture. Namun di akhir tahun 2012 lalu, setelah lama tidak menyutradarai film live action (terakhir Cast Away dan What Lies Beneath di tahun 2000), Zemeckis akhirnya kembali memperlihatkan kepiawannya dalam Flight.

Capt. William 'Whip' Whitaker (Washington) adalah seorang pilot senior yang juga seorang alkoholik sekaligus gemar memakai kokain. Dalam penerbangan SouthJet Flight 227 menuju Atlanta, pesawat mengalami terjun bebas dan bau kematian sudah kental tercium di udara. Dengan bantuan sang kopilot, Ken Evans (Gerarthy), Whip mengambil manuver membalikkan pesawat sebelum akhirnya menghantam tanah, dengan hanya mengakibatkan korban jiwa 6 orang termasuk 2 awak pesawat dari total 102 orang. Sebuah usaha penyelamatan yang nyaris mustahil dan kontan Whip menjadi seorang pahlawan. Namun kemudian diketahui adanya kadar alhokol dan narkotik dalam tubuhnya, dan sontak terjadi pertanyaan besar: Apakah kecelakaan pesawat tersebut adalah akibat kerusakan atau justru ulah dari Whip sendiri?

Dapat dikatakan, Flight adalah salah satu film dengan paruh awal terbaik, ketika Zemeckis langsung menghantam tensi penonton melalui kecelakaan pesawat yang begitu menegangkan. Ada banyak film bertema disaster seputar kecelakaan pesawat terbang, dan Flight menawarkan scene terbaik yang pernah ada. Sensasi menontonnya bahkan mengingatkan saya dengan pengalaman naik high speed roller coaster, menyesakkan dada dan ikut ketakutan. Kemudian paruh kedua hingga akhir menawarkan drama dengan kekuatan akting yang sangat memukau dari semua jajaran  castnya, terutama dari sang leading actor Denzel Washington.

Denzel Washington, aktor pemegang 2 piala Oscar ini adalah salah satu aktor Hollywood terbaik saat ini. Banyak film-filmnya yang begitu memorable sepanjang perjalanan karirnya, sebut saja The Manchurian Candidate, John Q, Remember The Titans, Malcolm X, dan tentunya Philadelphia. Washington yang juga langganan bermain dalam film-film mendiang Tony Scott ini sempat tidak terlalu terdengar gaungnya, dimana dia lebih sering terjebak dalam karakterisasi yang setipe dalam film-filmnya seperti Unstoppable, The Taking of Pelham 123, dan Safe House. Namun dalam kolaborasinya dengan Zemeckis, Washington memerankan tokoh Whip dengan sangat meyakinkan dan sempurna, salah satu karakter paling kompleks dengan penjiwaannya yang sangat baik. Bagaimana di awal diceritakan karakter Whip yang begitu arogan dan bajingan, hingga kemudian dia mengalami pergulatan batin, larut dalam minuman keras yang ia tenggak bagaikan air, hubungannya dengan sang mantan istri dan anak, hingga ke sebuah pertanyaan besar yang selalu mengetuk-ngetuk nuraninya, bahwa hidup adalah mengenai kejujuran. Salah satu karakter terbaik yang pernah ia perankan, dan nominasi Oscar memang pantas diberikan kepadanya.

Faktor lain keberhasilan film ini tentu bukan hanya karena Washington saja. Semua cast, bahkan yang muncul hanya sebentar, menunjukan kualitas akting yang bukan main-main, sesuai dengan porsi masing-masing. Semuanya bermain dalam satu harmonisasi tata surya yang indah dengan Washington sebagai pusat dari peredarannya. Para cast menginterpretasikan naskah dari John Gatins, yang terinspirasi dari kejadian nyata ini dengan sangat baik, sehingga film dengan durasi sepanjang 138 menit ini menjadi salah satu pengalaman menonton yang sangat memorable.

Overall, Flight dapat dikatakan sebagai salah satu film terbaik di tahun 2012. Dan nominasi di kategori Best Actor dan Best Original Screenplay rasanya sudah sangat pantas, walau tidak memberikan nominasi untuk Zemeckis (toh, contender tahun ini cukup berat). Sebuah paket lengkap yang sangat mengenyangkan, menegangkan, sekaligus mengharukan. Melihat harmonisasi dari akting para pemain terutama Washington, naskah padat bergizi dari Gatins, sekaligus penyutradaraan Zemeckis yang padat membuat saya kembali ke masa ketika saya pertama kali menonton Forrest Gump. Sebuah perasaan yang begitu utuh, yang sudah sangat jarang kita dapatkan dari sebuah pengalaman sinematik. Sebuah kado dari kembalinya Zemeckis, kado yang teramat sangat manis.

Dan sayapun teringat dengan sebuah kutipan, “Kebohongan hanya akan melahirkan kejahatan baru” rasanya sangat sesuai dengan tema film ini. And just like Whip said, “For the first time in my life…I’m free.”

Welcome back, Mr. Zemeckis!

Artikel Terkait