Lelucon khas Indonesia + Thailand = Komedi yang segar
Di tahun 2016, Falcon Pictures sukses menghidupkan kembali Warkop DKI melalui dua film mereka, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 dan Part 2 (2017). Disutradarai oleh Anggy Umbara, total dua film ini ditonton oleh 10,9 juta orang. Sayangnya, part 3 yang diubah menjadi prekuel hanya disaksikan oleh 843.499 orang. Sangat jauh dari perolehan film pertama atau pun yang kedua. Part 4-nya pun bahkan tidak tayang di bioskop karena langsung ditayangkan di Disney+ Hotstar. Yakin bahwa peminat Warkop DKI masih besar, Falcon Pictures kembali melanjutkan kisah Warkop DKI dengan Warkop DKI: Viralin Dong! (Penulisan judul bioskop: Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!!) yang dirilis sejak 11 Juni lalu.
Dono, Kasino, dan Indro baru saja tertimpa musibah. Ketiganya dipecat dari pekerjaan di hotel yang sama. Kehabisan uang dan dikejar-kejar pemilik kontrakan, membuat ketiganya harus memutar otak untuk menghasilkan uang. Karena merasa bahwa pekerjaan kreator konten bisa menghasilkan banyak uang, mereka pun memutuskan melakukannya dengan channel bernama NdokAsin. Setelah mencoba berbagai tema, akhirnya ketiganya memilih konten horor. Dengan memanfaatkan sebuah festival arwah di desa terpencil, NdokAsin berharap bisa meraup penonton sebanyak-banyaknya sehingga mendatangkan pemasukan dari ad-sense. Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan karena mereka malah dihantui dan terlibat dalam sebuah misteri.
Warkop DKI: Viralin Dong! mencoba pendekatan yang lebih kekinian dengan mengangkat premis konten kreator horor. Di saat sekarang ini, banyak orang yang menganggap bahwa pekerjaan membuat konten adalah cara cepat untuk mendapatkan uang dan terkenal. Menjadikan ini premis utama jelas salah satu langkah yang tepat untuk lebih mengenalkan Warkop DKI kepada generasi sekarang. Beberapa momen nostalgia juga dimasukkan ke dalam film ini, seperti adegan pembuka yang mengingatkan kita pada film-film Warkop zaman dulu saat Dono, Kasino, dan Indro bekerja di hotel lengkap dengan tingkah laku mereka yang ajaib. Tidak ketinggalan, cewek-cewek seksi juga ditampilkan meski memang porsinya lebih sedikit dari film orisinalnya mengingat rating 13+ yang disematkan.
Bicara soal komedi, apa yang dihadirkan Warkop DKI: Viralin Dong! terasa segar, tapi juga tidak melupakan akarnya. Banyak momen yang bisa membuat kita tertawa dan nostalgia dengan bercandaan khas Warkop DKI versi asli. Uniknya, film ini melibatkan tiga orang terkemuka di dunia perfilman Thailand. Mereka adalah penulis naskah Thamsatid Charoenrittichai (The Red Envelope), aktor Ter Chantavit Dhanasevi (ATM Errak Error, Hello Stranger), dan sineas Banjong Pisanthanakun (Shutter, The Medium). Ketiganya sendiri terlibat dalam pengembangan cerita, sementara untuk naskahnya ditulis oleh Theo Arnoldy, Dany Beler, Herwin Novianto, dan Daryl Wilson.

Bagi kalian yang langganan menonton film-film keluaran GDH, tentu hafal dengan nama-nama ini yang sempat wara-wiri di bioskop Indonesia beberapa waktu lalu. Dengan ikut sertanya Banjong, Ter, dan Thamsatid, komedi yang dihadirkan dalam Warkop DKI: Viralin Dong! sangat terasa vibe Thailand-nya. Kalau hafal dengan gaya lelucon mereka, kalian mungkin akan merasakan perbedaannya dengan gaya bercanda lokal. Hal ini tentu membawa angin segar daripada hanya menampilkan jokes seputar kotoran atau buang angin.
Di segi akting, perubahan pemeran Dono dari Abimana Aryasatya menjadi Deddy Desta Mahendra memberikan vibe yang berbeda. Desta cukup sukses menghadirkan karakter Dono lengkap dengan mimik dan tingkah lakunya. Namun, di beberapa adegan, aktingnya masih sedikit kaku dan terasa sekali berakting. Karakter Indro yang masih diperankan Tora Sudiro dan Kasino yang masih diperankan Vino G. Bastian masih tetap sama dengan Jangkrik Boss! Part 1 dan Part 2. Tapi, memang jelas bahwa karakter Kasino mendapat porsi sedikit lebih banyak dari dua karakter temannya.
Secara keseluruhan, Warkop DKI: Viralin Dong! sukses menghadirkan kisah dan lelucon yang lebih segar. Terbukti, merangkul penulis naskah, sutradara, dan aktor ternama Thailand memberikan sisi yang baru untuk dinikmati. Jika akan ada sekuelnya, mungkin mereka bisa memangkas durasi yang terasa cukup lama dan berpotensi membuat penonton bosan.
