The Strangers: Chapter 3 - Babak Akhir yang Terasa Kurang Bertenaga

by Redaksi

The Strangers: Chapter 3 - Babak Akhir yang Terasa Kurang Bertenaga
EDITOR'S RATING    

Meski menjawab pertanyaan, film ini tidak se-bloody sebelumnya

Trilogi The Strangers akhirnya sampai ke film ketiga alias penutup. Film pertamanya yang rilis pada 2024 berhasil meraih pendapatan $48,2 juta dari bujet yang hanya $8,5 juta. Tentunya ini sangat menguntungkan, apalagi di jajaran cast-nya tidak ada bintang besar dengan bayaran mahal. Praktis yang menonjol hanya pemeran Maya, yaitu Madelaine Petsch yang dikenal lewat serial Riverdale. Masih dengan bujet yang sama, The Strangers: Chapter 2 rilis pada 2025. Meski pendapatannya turun menjadi $22 juta, namun tetap saja dianggap untung. Sekarang, kisah orang-orang psikopat yang mengincar turis di kota kecil akan segera berakhir. Apa konklusinya cukup memuaskan bagi mereka yang sudah mengikuti dua film sebelumnya?

Setelah kejadian di Chapter 1 yang membuatnya trauma dan kembali dikejar di Chapter 2, Maya memutuskan mencari cara untuk menghubungi kakaknya yang datang untuk mencari dirinya. Namun, usaha Maya untuk melarikan diri tentu tidak mudah karena ternyata dua psikopat yang tersisa masih terus mengincarnya. Selain itu, masih ada Sheriff Rotter yang sepertinya punya agenda tersendiri. Selain menghadirkan usaha Maya untuk menyelamatkan diri, Chapter 3 juga menjawab pertanyaan yang selama ini membayangi.

Mengingat ini adalah film terakhir dari trilogi The Strangers, maka penonton jelas mengharapkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dua film sebelumnya. Siapakah tiga psikopat ini dan apa latar belakang mereka hingga melakukan pembunuhan brutal terhadap orang asing yang datang ke Venus, Oregon. Untungnya, semua itu akan terjawab di film ini. Selain memberikan jawaban, kita juga bisa melihat perubahan karakter Maya yang tadinya hanya sebagai korban, akhirnya berani melawan. Mengingatkan kita dengan karakter perempuan jagoan di berbagai film slasher yang bertahan hidup dan sukses mengalahkan si pembunuh. 


Meski begitu, sayangnya showdown yang ditampilkan sebagai adegan penutup film ini terasa kurang brutal dan berdarah dibandingkan ketiga filmnya. Meski dendam Maya terbalas, namun situasinya terasa antiklimaks dan tidak menjadi penutup yang bisa membuat penonton bersorak atau berseru kegirangan saat korban melawan balik. Tapi, mungkin sebagian akan merasa bahwa klimaks yang dihadirkan sudah cukup dan seakan menjadi momen "pendinginan" setelah parade darah sebelumnya. 

Bagi kalian yang sudah menonton The Strangers: Chapter 1 dan Chapter 2, tentunya babak ketiga ini tidak boleh dilewatkan. Meski menjadi film penutup, sayangnya, film ini justru terasa kurang "bertenaga". Tidak perlu menyiapkan mental seperti dua film sebelumnya karena kekerasan yang dihadirkan nyaris "tidak ada apa-apanya". Mungkin, setelah menyaksikan film ini, kita jadi lebih paranoid saat pergi ke kota kecil atau menginap di kabin terpencil di tengah hutan. Ada yang berani?


Artikel Terkait