My Daughter is a Zombie: Bukannya Seram, Malah Lucu Menggemaskan

by Redaksi

My Daughter is a Zombie: Bukannya Seram, Malah Lucu Menggemaskan
EDITOR'S RATING    

Sisi baru yang menyegarkan dari film zombie Korea.

Membicarakan film zombie sepertinya tidak jauh dari teror melelahkan, setting dunia suram penuh asap dan ledakan, serta harapan hidup yang sudah tidak ada lagi. Khusus produksi Korea Selatan, tentu masih segar di ingatan betapa traumatisnya ending film Train to Busan (2016) atau epiknya pertarungan dengan hunusan pedang di series Netflix Kingdom (2019). Membuat penonton sukses merenung, kira-kira apa yang akan dilakukan jika ada anggota keluarga terinfeksi dan berubah menjadi zombie? Nangis sambil meratapi nasib, mengisolasi diri karena merasa punya aib, atau justru berusaha sekuat tenaga melindungi dan tetap merawat seperti biasa?

Tahun ini, drama komedi My Daughter is a Zombie hadir. Tayang di musim panas untuk memberi angin segar di tengah serbuan film superhero dan action fantasy. Diadaptasi dari webtoon berjudul sama, jajaran nama besar dipilih sebagai pemeran utama. Ada Jo Jung Suk yang ‘langganan’ membintangi film blockbuster seperti Exit (2019) dan Pilot (2024), aktris muda Choi Yoo Ri (Alienoid 1 & 2), dua aktris film peraih Oscar Parasite (2019) Lee Jung Eun dan Cho Yeo Jeong, serta Yoon Kyung Ho yang mencuri hati di series Netflix The Trauma Code (2025). Tak lupa, si kucing oren Ae Yong ikut hadir memberi rasa gemas di sela adegan. Hasilnya? Sungguh film yang menghibur. Semua formula khas dari film Korea dihadirkan di sini. Ada humor slapstick yang lucu, ada juga kisah haru biru tentang nenek-ayah-anak. Plot twist yang dramatis? Ini juga ada. Tidak heran jika film ini berhasil merajai box office Korea, dengan total 2 juta penonton dalam 6 hari penayangan.

Premis My Daughter is a Zombie sebenarnya sederhana. Wabah zombie tiba-tiba melanda warga Seoul, membuat panik semua yang masih selamat termasuk Lee Jung Hwan (Jo Jung Suk). Putrinya Lee Soo Ah (Choi Yoo Ri) yang baru berusia 15 tahun juga menjadi zombie. Akan tetapi, Jung Hwan punya rencana sendiri. Alih-alih menyerahkan Soo Ah ke pemerintah, ia memilih mudik ke kampung halaman untuk menyepi di rumah sang nenek Kim Bam Soon (Lee Jung Eun). Sayangnya, ada hal yang Jung Hwan lupa. Warga kampung tidak individualis seperti di Seoul. Saat sahabatnya Jo Dong Bae (Yoon Kyung Ho) dan cinta pertamanya Shin Yeon Hwa (Cho Yeo Jeong) mulai curiga, ia harus memutar otak agar Soo Ah tetap hidup bersamanya.


Kekuatan film My Daughter is a Zombie ada pada storyline yang komikal sehingga para pemeran harus bisa total mengekspresikan berbagai tingkah laku dan juga gaya lebay yang ada di webtoon. Jo Jung Suk jelas pilihan tepat karena dia aktor yang sangat comical, bisa membawa karakter Jung Hwan sebagai bapak yang friendly, sedikit norak, tapi juga protektif. Tak lupa, aksi Lee Jung Eun juga tak kalah lucu. Ia mampu memerankan karakter nenek bodor khas warga kampung tapi juga tegas saat menghadapi sang cucu. Dua ‘pilar’ itu bisa membuat karakter Soo Ah bersinar, menjadi zombie dan juga diri sendiri.

Peralihan beberapa adegan ada yang terasa cepat, bahkan tiba-tiba. Plot twist menjelang akhir juga sangat dramatis. Tapi di sisi lain justru membuat film ini jadi terasa lebay dan konyol sehingga sukses menghibur penonton. Ditambah lagi selipan adegan si kucing oren yang tingkah lakunya kadang di luar nalar. Inilah yang justru membedakan My Daughter is a Zombie dengan film zombie lainnya. Tidak membuat depresi, teknik editing dan sinematografi juga sangat mendukung. Latar musim panas yang cerah dan outfit warna-warni membuat film ini terasa ringan. Tak lupa selipan lagu K-Pop dari BoA dan 2NE1, serta gerak tarian yang lincah menjadikan My Daughter is a Zombie jadi tontonan yang fun. Salam zombie juga jadi gerakan ikonik yang sepertinya akan dikenang lama oleh penonton. 

Jika butuh tontonan ringan dan menghibur untuk dinikmati bersama keluarga, My Daughter is a Zombie bisa jadi pilihan tepat. Tapi harus diingat, jangan bawa anak kecil karena ini tetap film zombie yang sesekali menampilkan darah dan juga teriakan histeris.