Bosan dengan film-film lokal bergenre sejenis? Mungkin Sang Pialang bisa menjadi pilihan para Jelata.

Jelata, pernah menonton film Wallstreet baik yang pertama maupun kedua? Pernah terbayangkan bagaimana seandainya Indonesia punya film sejenis? Berhenti berimajinasi, Jelata, karena kini ada film Sang Pialang yang mengangkat kisah mengenai perdagangan saham di Indonesia, Jakarta lebih tepatnya, plus dibumbui kisah cinta segitiga dan persahabatan. Dibintangi oleh aktor dan aktris muda berbakat, seperti Abimana Aryasatya (Mahesa), Christian Sugiono (Kevin), Kamidia Radisti (Analea), Mario Irwinsyah (Irfan), dan Alblen Filindo (Gilang). Selain aktor-aktor muda tersebut, adapula jajaran aktor senior, seperti Slamet Rahardjo (Hadi), Pierre Gruno (Rendra), Ferry Salim (Gustom), Tio Pakusadewo (Mahar), dan Lukman Sardi.
Dikisahkan Mahesa dan Kevin adalah dua sahabat akrab. Bersama dengan Gilang dan Irfan, mereka bekerja di sebuah perusahaan sekuritas bernama Barata Sekuritas milik Rendra, ayah Kevin. Namun, Mahesa ternyata lebih cemerlang dibanding Kevin sehingga Rendra lebih menaruh perhatian terhadap pemuda ini. Di lain pihak, seorang perempuan cantik bernama Analea ternyata diam-diam menarik perhatian Mahesa dan Kevin, namun gadis manis ini hanya melabuhkan hatinya ke Mahesa. Hal ini tidak pelak membuat Kevin kesal karena ia menganggap dirinya terus-menerus kalah dari sahabatnya itu. Maka, perlahan tapi pasti, Kevin mulai merebut apa yang dimiliki Mahesa. Mulai dari perhatian sang ayah, anggota timnya, hingga Analea. Bahkan, Hadi (ayah Mahesa) dibuat sakit karena ditipu Kevin. Akan tetapi, Kevin mulai menuai hasil dari perilaku buruknya tersebut. Uang milik nasabah yang ia gunakan untuk bermain saham terendus oleh sang nasabah sendiri dan bermaksud melaporkan Kevin ke polisi. Kini, semua bergantung pada Mahesa yang diharuskan melupakan perseteruan mereka dan membantu Kevin membereskan masalahnya.

Film yang menghabiskan waktu 21 hari untuk proses syuting ini memang bisa dibilang angin sejuk di antara film-film bergenre sejenis (drama dan horor) yang kerap muncul belakangan. Bagaimana tidak, penulis naskah dan sutradara harus menyulap film yang bisa dikatakan hanya bisa dimengerti segelintir orang (terutama yang berkecimpung di bidang saham) menjadi kisah yang dapat dinikmati oleh seluruh pencinta film. Karena itulah, agaknya pembahasan mengenai saham sedikit dikurangi sehingga bisa dibilang hanya mendominasi 30% dari keseluruhan film, sementara 70% sisanya dibagi dengan persahabatan, percintaan, dan keluarga.
Akting para pemainnya juga cukup mengalir dengan fokus tentu saja pada Abimana dan Christian selaku pemain utama. Kamidia sendiri cukup mempermanis layar dengan penampilannya yang cantik dan cerdas. Mario dan Alblen meski tidak terlalu berperan besar, tapi melengkapi keseluruhan film. Tidak terlalu banyaknya istilah-istilah saham yang disebut membuat penonton lebih nyaman menyaksikan film ini dan tidak sibuk bertanya-tanya maksud dari istilah tersebut.
Sayangnya, kelemahan justru terasa pada kisah yang ada. Tidak adanya klimaks membuat film ini terasa disudahi begitu saja. Masalah yang dialami Kevin pun tidak ada lanjutannya, diselesaikan secara kekeluargaan ataukah ia dipanggil oleh Bappepam dan diperkarakan. Sayang memang karena seandainya terdapat satu tokoh antagonis untuk mereka lawan, mungkin akan lebih seru dan terasa intrik di dunia sahamnya. Tapi, sebagai film dengan tema yang tidak biasa, Sang Pialang bisa menjadi pilihan para Jelata.
