Longlegs: Eerie dan Disturbing, Persis Film-film Stephen King

by Redaksi

Longlegs: Eerie dan Disturbing, Persis Film-film Stephen King
EDITOR'S RATING    

Maika Monroe adu cerdas dengan Nicolas Cage sebagai pembunuh berantai

Permata akan tetap bersinar meski ditaruh di tengah lumpur sekali pun. Rasanya idiom itu tepat dalam menggambarkan Longlegs. Diedarkan di musim panas, Longlegs harus berhadapan dengan banyak film besar yang sarat CGI dan berbujet tinggi. Promosinya mungkin tidak segencar film-film blockbuster dan bisa jadi tenggelam di tengah hiruk-pikuknya persaingan film summer. Namun, dengan cerita yang menarik dan cast yang apik, Longlegs berhasil mencuri perhatian, bahkan mendapat berbagai ulasan positif, baik oleh media maupun penonton umum. Dibintangi Maika Monroe, Nicolas Cage, Kiernan Shipka, dan Blair Underwood, film ini disutradarai Osgood "Oz" Perkins (Gretel & Hansel).

Lee Harker, seorang detektif wanita muda, ditugaskan menyelidiki serangkaian kasus pembunuhan-bunuh diri, di mana dalam sebuah keluarga, si ayah menghabisi keluarganya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Di TKP, selalu ditinggalkan sebuah surat dengan simbol-simbol dan ditandatangani nama 'Longlegs'. Anehnya, tidak ditemukan tanda-tanda pendobrakan atau masuk secara paksa di semua lokasi kejadian sehingga Lee menyimpulkan bahwa pembunuhnya adalah seseorang yang sudah dikenal keluarga tersebut. Penyelidikan Harker membawanya pada beberapa fakta baru, seperti setiap keluarga memiliki putri berusia 9 tahun yang berulang tahun setiap tanggal 14 bulan apa pun dan pembunuhan terjadi dalam kurun waktu enam hari sebelum atau sesudah ulang tahun tersebut. Perlahan tapi pasti, Harker mulai terisap ke dalam putaran kasus ini dan percaya bahwa Longlegs mungkin ada hubungan dengan dirinya.


Menyaksikan Longlegs rasanya seperti membawa kita kembali ke film-film adaptasi Stephen King yang kini menjadi horor klasik. Vibe yang dihadirkan Oz Perkins selaku sutradara dan penulis naskah terasa seperti The Shining dengan salju putih dan suasana sepi di adegan pembuka atau ketegangan yang membuat penonton menebak-nebak seperti dalam Misery dan Carrie. Bisa dibilang, adegan pembuka sukses menjadi penentu arah film ini sepanjang durasi: eerie dan disturbing. Sebagai film thriller, kita diberi cukup banyak jump-scare alias adegan yang bakal bikin kaget. Bukan lewat penampakan tentu, tapi kejadian-kejadian tidak terduga yang muncul. Tidak hanya itu, Perkins banyak memanfaatkan ruang kosong untuk membuat penonton tidak nyaman. Dengan menempatkan tokoh utama di tengah dan men-shoot adegan dengan cara ikut memasukkan sisi kiri dan kanan, kita jadi waspada bahwa akan ada sesuatu di samping tokoh utama. 

Bicara soal akting, jelas Maika Monroe adalah pilihan yang tepat untuk peran ini. Sebagai detektif, ia terlihat kaku, tapi juga cerdas. Akting Monroe yang bisa dibilang menghiasi 3/4 film sukses diimbangi oleh Nicolas Cage sebagai Longlegs. Setiap kali ia muncul, suasana berubah jadi menyeramkan. Setiap kali ia bernyanyi dengan nada tinggi, kita merasa terganggu. Departemen make-up sukses mengubah sosok Cage yang selama ini kita kenal menjadi pria tua creepy yang membuat kita yakin bahwa ada sesuatu yang salah dengannya. Bagian musik juga berhasil menyuntikkan kengerian di beberapa adegan. 


SPOILER ALERT (SKIP KALAU TIDAK MAU MENDAPAT SEDIKIT GAMBARAN SOAL ENDING)

Sayangnya, tensi di film ini bisa dibilang agak menurun begitu mendekati ending saat semua sudah terungkap. Alih-alih tetap mempertahankan core cerita mengenai pembunuh berantai, Perkins mengubahnya sedikit sehingga berbau klenik. Memang tidak salah, tapi mungkin kalau tetap fokus pada kisah serial killer, akan jauh lebih menarik. Tidak hanya itu, plot film ini bisa dibilang berjalan sangat lambat. Tipe slow-burn thriller yang menggebrak di awal, lambat di pertengahan, dan ditutup dengan menarik. Tentunya, tidak semua suka dengan thriller jenis ini. Tapi, kalau kita mau bersabar, film ini cukup memberikan ending yang menarik.


Sekali lagi, Longlegs mungkin bukan tontonan semua orang. Tapi, bagi penyuka genre thriller investigasi, penyuka film-film klasik Stephen King, dan juga untuk mereka yang penasaran seperti apa perubahan drastis seorang Nicolas Cage, Longlegs jelas salah satu film horor-thriller terbaik tahun ini yang wajib tonton.