The Garfield Movie: Petualangan Seru Si Oyen Rumahan

by Redaksi

The Garfield Movie: Petualangan Seru Si Oyen Rumahan
EDITOR'S RATING    

Film untuk para pencinta kucing, khususnya kucing oren.

Kucing gendut oranye pemalas yang dicintai semua orang kembali. Kalau sebelumnya Garfield dihadirkan dalam bentuk campuran animasi dan live action, seperti Sonic The Hedgehog, kini kucing rumahan ini murni dihadirkan secara animasi. Ia masih ditemani Odie, kawan anjingnya yang setia, dan Jon Arbuckle, pemilik yang selalu memanjakannya. Karena dalam bentuk animasi, maka kisahnya bisa dibuat lebih seru dan tidak terhalang oleh aktor manusia yang ada. Kali ini, dihadirkan tokoh baru yang menambah ramai petualangan Garfield, yaitu sang ayah, Vic. Vic sendiri disuarakan oleh aktor terkenal Samuel L. Jackson yang menemani Chris Pratt sebagai Garfield, Hannah Waddingham sebagai kucing jahat Jinx, Ving Rhames sebagai Otto si banteng, dan Nicholas Hoult sebagai Jon Arbuckle, pemilik Garfield dan Odie.

Garfield kecil ditinggal oleh ayahnya, Vic, di sebuah kotak di tengah malam hujan. Kelaparan, ia pergi ke restoran pizza terdekat dan bertemu Jon yang akhirnya memungut dan menjadikannya hewan peliharaan. Sejak itu, kucing oranye ini pun hidup nyaman bersama Odie, anjing peliharaan Jon, yang Garfield jadikan pembantu pribadi. Namun, situasi berubah saat suatu malam ia diculik oleh dua penjahat dan dibawa ke sebuah gedung tua. Di sana, sudah menunggu sang ayah dan Jinx, kucing betina high class. Rupanya, Jinx dendam karena pernah dikhianati Vic saat mencuri susu dari peternakan dan memutuskan minta pertanggungjawaban: Vic harus mencuri satu liter susu untuk setiap hari yang ia habiskan di dalam penjara. Kini, Garfield harus berdamai dengan sang ayah dan mencari cara mencuri susu dari peternakan yang dijaga ketat atau nyawa mereka akan terancam.

Seperti halnya film animasi sejenis, kisah yang dihadirkan pun ringan dan hangat. Tiga hal yang dititikberatkan dalam film ini adalah hubungan ayah-anak, antarteman, dan hubungan pemilik dengan hewan peliharaan. Semua itu dihadirkan secara lengkap di The Garfield Movie ini. Bagi anak-anak, mungkin akan terpukau dengan animasinya yang bersih, tajam, dan penuh warna, terutama warna oranye. Sementara, untuk orang dewasanya, komentar-komentar Garfield yang pedas bisa mengundang tawa. Belum lagi, ditambah tribut untuk dua film Tom Cruise yang legendaris, yaitu Mission: Impossible dan Top Gun, bakal bikin para penonton (yang mungkin dulu tumbuh bersama komik Garfield) akan terhibur. 


Meski Garfield tokoh utama, tapi Odie pun mendapat porsi yang pas dan tidak dilupakan. Banyak momen anjing kuning ini yang membuat kita sebagai penonton senang dan tertawa, apalagi ia seakan sudah paham tindak-tanduk Garfield sehingga tanpa bertanya, bisa melakukan persis apa yang diinginkan. Karakter Odie sendiri mungkin akan mengingatkan kita pada Snoopy yang cerdas, tapi digambarkan tidak bisa bicara, hanya menggonggong saja. 

Lalu, apa karena Garfield diangkat dari strip komik sehingga kita yang tidak baca dan hanya sekadar tahu karakter saja akan kesulitan mengikuti jalannya cerita? Sepertinya tidak karena film ini justru berusaha untuk merangkul penonton yang belum tahu Garfield atau mereka yang tidak mengikuti kisahnya. Jadi, ditonton tanpa tahu apa pun soal si oyen ini, bukan masalah.

Di tengah gempuran film horor lokal yang seakan tiada henti, kehadiran Garfield dan Odie terasa seperti angin segar. Bisa ditonton siapa pun dan leluconnya pun universal. Setelah menyaksikan film ini di layar lebar, mungkin kita jadi tergugah untuk mengadopsi kucing liar oranye yang ada di jalan. Asal jangan kebanyakan diberi makan, ya.