Baghead: Saat Manusia Diberi Kesempatan Bertemu Mendiang

by Redaksi

Baghead: Saat Manusia Diberi Kesempatan Bertemu Mendiang
EDITOR'S RATING    

Siap bertemu orang tercinta kita yang sudah meninggal?

Tidak ada yang mau ditinggal selamanya oleh orang yang kita sayang. Pasti banyak hal yang ingin disampaikan, entah itu pertanyaan atau ucapan perpisahan untuk terakhir kalinya. Namun, bagaimana kalau kita diberi kesempatan untuk bertemu lagi meski hanya dua menit melalui medium sebuah makhluk? Apakah tawaran menggoda itu bakal langsung kita sambar atau membiarkan sang mendiang tenang di alam sana? Premis itulah yang diusung film berjudul Baghead yang menampilkan Freya Allan (serial The Witcher) sebagai pemeran utamanya.

Iris, seorang gadis muda, ternyata mendapat warisan sebuah bar dari ayah yang tidak pernah ia temui. Karena kondisinya sedang susah, Iris memutuskan tinggal sebentar di sana sampai keadaan finansialnya stabil dengan ditemani Katie, temannya. Seorang pria, Neil, suatu malam menerobos masuk dan menuntut bertemu istrinya yang ada di ruang bawah tanah bar Iris. Bingung, mereka pun memutuskan mengikuti kemauan si pria dan berjumpa dengan sesosok makhluk yang bertubuh manusia, tapi kepalanya tertutup karung. Ternyata, makhluk itu memiliki kemampuan berubah menjadi orang yang sudah meninggal selama dua menit hanya dengan memakan benda milik sang mendiang. Dan, ayah Iris adalah penjaga makhluk tersebut.

Baghead memiliki kisah yang sedikit berbeda dari film horor pada umumnya yang mengandalkan jumpscare atau musik yang menggedor jantung. Dari awal, kita sudah diperlihatkan seperti apa makhluk yang dihadapi tokoh utama. Makhluk itu pun tidak meneror, tapi muncul saat dipanggil dan bisa diperintah oleh pemiliknya. Namun, seperti halnya sifat dasar manusia yang tidak cepat puas, waktu yang ditentukan dianggap kurang sehingga aturan mendasar untuk tidak berbicara dengannya lebih dari dua menit pun dilanggar. 


Bisa dibilang, tokoh antagonis di sini bukanlah si kepala karung, tapi manusia itu sendiri. Bahwa manusia akan menghalalkan segala cara demi bertemu orang yang mereka cintai meski orang tersebut sudah berpindah alam sekali pun. Si kepala karung hanya medium yang mewujudkan keinginan tersebut dan mengambil keuntungan dari sifat manusia yang tidak puas. Salah satunya karakter Neil yang belum siap melepas istrinya ke alam baka karena, menurutnya, ada urusan yang belum selesai.

Ini memang bukan film horor yang grande, seperti Conjuring dan semestanya. Tapi, bahkan dengan kesederhanaannya sekali pun dan twist kecil di tengah cerita, Baghead tetap menarik untuk disimak sebagai gambaran bahwa 'manusia ternyata bisa lebih jahat daripada setan'.


Artikel Terkait