The Beekeeper: Film yang Didedikasikan untuk Para Korban Penipuan

by Redaksi

The Beekeeper: Film yang Didedikasikan untuk Para Korban Penipuan
EDITOR'S RATING    

Siapa yang bisa menghabisi para penipu? Tentu saja Jason Statham

Kemajuan teknologi membuat kejahatan siber semakin merajalela. Ketidaktahuan orang-orang akan suatu aplikasi atau gawai terbaru terkadang dimanfaatkan para penipu untuk mengeruk untung, entah dengan mencuri data orang lain atau membobol rekening hingga simpanan hasil kerja keras belasan, bahkan puluhan tahun, lenyap tidak bersisa. Sayangnya, kejahatan siber ini termasuk kejahatan yang sulit ditelusuri. Seandainya pelaku tertangkap pun tidak ada jaminan bahwa uang akan kembali dan kebanyakan korban yang tertipu tidak akan menerima kompensasi apa pun. Tinggallah korban meratapi nasib atau yang paling ekstrem adalah mengakhiri hidupnya karena tidak punya jalan lain. Hal inilah yang coba diangkat dalam film terbaru Jason Statham, Bee Keeper

Adam Clay, seorang peternak lebah, menyewa gudang dan lahan di tempat terpencil dari seorang wanita tua yang baik hati, Eloise Parker. Namun, saat diundang untuk makan malam, Clay menemukan Eloise meninggal. Sempat ditangkap oleh anak Eloise, Verona, namun akhirnya dibebaskan, terungkap bahwa wanita itu mati bunuh diri karena tertekan akibat menjadi korban phishing scam yang menguras seluruh tabungannya, termasuk dana amal sebesar $2 juta. Tidak terima, Clay pun memutuskan membasmi para penipu tersebut, bahkan hingga ke akar-akarnya. Tanpa ada yang tahu, pria pendiam ini ternyata adalah seorang 'Bee Keeper', organisasi rahasia yang dibentuk untuk menjaga keamanan negara dan berada di luar sistem. 


Menonton Bee Keeper akan mengingatkan kita pada film pertama John Wick. Sama seperti film yang kembali mengangkat nama Keanu Reeves pasca The Matrix tersebut, film yang disutradarai David Ayer ini memiliki semesta yang cukup luas karena ternyata ada sebuah organisasi rahasia yang memiliki aturannya sendiri. Sosok Adam Clay pun merupakan salah satu anggota terbaik yang memutuskan pensiun dan berusaha hidup tenang dengan beternak lebah. Sama seperti John Wick, hidupnya diusik dan ia pun memutuskan untuk turun tangan. Musuhnya juga nyaris serupa, anak dari orang yang berkuasa. 

Namun, tentu saja Bee Keeper bukanlah sekadar rip-off murah dari John Wick. Di balik beberapa kesamaan itu, cerita yang diangkat cukup menarik meski tetap menonjolkan kebrutalan Jason Statham dalam menghajar lawan-lawannya. Hafal dengan penipuan phishing? Dalam film ini, sang korban ditipu dengan cara seakan-akan ada virus di komputernya. Dengan menyasar orangtua yang umumnya kurang paham soal teknologi, mereka memanfaatkan ketidaktahuan itu untuk menguras semua harta yang ada di rekening. Memang, memiliki rekening yang terhubung secara digital ke berbagai hal akan memudahkan hidup. Namun, risikonya juga sangat besar. Bee Keeper menghadirkan itu semua. 


Menampilkan kelompok yang tampak puas setelah menguras simpanan seseorang karena buta teknologi dijamin membuat penonton gregetan dan gemas. Tapi, saat Statham muncul bak pahlawan yang tidak banyak bicara dan lebih suka menghabisi lawan-lawannya, akan membuat kita puas dan berharap vigilante-vigilante seperti ini bisa hadir di kehidupan nyata. Karena, polisi pun bisa dibilang kewalahan saat sudah berhadapan dengan para penjahat siber ini. Jadi, bisa dibilang, film ini didedikasikan untuk para korban penipuan yang punya angan-angan membasmi oknum-oknum seperti ini. 

Bee Keeper bukan ingin mengajarkan kita untuk main hakim sendiri, tapi agar lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan di dunia maya, terutama yang berhubungan dengan uang. Tidak sedikit pihak yang memanfaatkan ketidakpahaman seseorang akan teknologi untuk memperkaya diri. Tinggal bagaimana kita yang harus selalu waspada. Untuk masalah balas dendam, biar itu jadi urusan Jason Statham.