Bapak-bapak dengan kemampuan mematikan ini kembali untuk terakhir kalinya
Denzel Washington sama seperti Keanu Reeves dan Liam Neeson. Meski sudah berumur, namun ia masih cocok memerankan karakter yang harus banyak melakukan adegan aksi, misalnya The Equalizer 3 ini. Merupakan sekuel dari The Equalizer 2 yang tayang pada 2018, film ketiga ini dirilis dengan mengambil jarak lima tahun. Cukup jauh juga, terutama mengingat usia Washington yang tidak lagi muda. Tapi, tetap saja aktor berusia 68 tahun ini menunjukkan performa akting yang apik.
Robert McCall kini hidup tenang di Italia setelah dirinya diselamatkan seorang dokter, Enzo, akibat terluka saat menyerbu sebuah pertanian. Layaknya orang pensiun, ia menghabiskan waktunya dengan mengunjungi kafe lokal, belanja di toko kelontong, dan menikmati malam dengan menonton film di udara terbuka bersama warga sekitar. Namun, kedamaian itu hilang karena kehadiran Mafia Sisilia yang meneror warga tempat tinggal McCall demi membangun resor di sana. Tentu saja, pria ini tidak tinggal diam dan siap membalas dendam.
Berbeda dari John Wick yang menutup saganya dengan pertarungan yang cukup grande dan agak berlebihan, The Equalizer 3 cenderung mengakhirinya dengan "sunyi". Antoine Fuqua rupanya tahu bahwa usia Washington yang tidak lagi muda akan membuatnya terlihat kurang cekatan di layar lebar sehingga ia menghadirkan aksi-aksi cepat nan "kreatif", namun mematikan.

Serupa dengan film pertama dan kedua, ceritanya sendiri tidak terlalu memusingkan dan tanpa twist. Tentunya, jualan film-film aksi semacam ini ada pada karakter utamanya yang diam-diam dewa maut dan juga adegan pertarungannya yang bikin ngilu. The Equalizer 3 pun tanpa kecuali. Tidak perlu perkelahian satu lawan satu seperti di beberapa film aksi sejenis, cukup tembakan tepat sasaran dan gerakan sadis yang efektif.
Uniknya, film ini sekaligus menjadi ajang reuni Dakota Fanning dan Washington setelah bermain bersama dalam Man on Fire (2004). Jika dihitung, sudah 19 tahun berlalu sejak keduanya tampil dalam film garapan Tony Scott tersebut. Fanning yang dulu hanya gadis kecil, kini menjadi agen CIA yang membantu karakter McCall menghadapi musuhnya di Italia. Sayangnya, Fanning tidak diberi kesempatan untuk bermain adegan laga di sini. Tapi, memang sebuah kesempatan yang menarik melihat pertemuan kembali keduanya di sebuah film yang digadang-gadang menjadi kisah penutup The Equalizer.
Bagi yang belum menyaksikan film pertama dan kedua, The Equalizer 3 tetap bisa disaksikan secara terpisah karena tidak berkesinambungan dengan film sebelumnya. Meski begitu, tetap ada benang merah di film ini yang lebih muda dipahami oleh para penggemar setia kisah Robert McCall. Bagi yang tidak mengikuti pun masih bisa menikmati babak akhir seorang pria yang sudah lelah dengan jalan hidupnya yang penuh kekerasan dan memutuskan untuk pensiun dengan tenang di sebuah kota di Italia. Yang jelas, angkat topi untuk Denzel Washington yang masih menampilkan kegarangannya di usia yang tidak lagi muda.
