Jangan anggap remeh gamer
Tidak ada yang mengira bahwa gim Gran Turismo yang dibuat Kazunori Yamauchi pada 1997 akan menjadi franchise gim video dengan penjualan terbaik di bawah merek Playstation. Total yang sudah terjual hingga saat ini mencapai 90 juta unit dengan tujuh seri yang sudah beredar di pasaran. Disebut sebagai video gim simulasi balap paling nyata yang pernah ada, GT pun bekerja sama dengan Nissan untuk mengadakan Akademi GT, yaitu program yang mencari serta memupuk para gamer menjadi pembalap. Salah satu sosok yang sukses adalah Jann Mardenborough. Kini, kisahnya diangkat menjadi sebuah film berjudul Gran Turismo.
Disutradarai Neill Blompkamp, Gran Turismo bukanlah kisah rekaan, melainkan berdasarkan kejadian nyata. Danny Moore (Orlando Bloom), penanggung jawab divisi motorsport Nissan, mengajukan program GT Academy untuk mengumpulkan para gamer dan mengubah mereka menjadi pembalap profesional. Salah satu gamer yang menarik minatnya adalah Jann Mardenborough, pemuda asal Inggris yang mencetak waktu lap tercepat. Jann, dibantu Peter Salter (David Harbour) - mantan pembalap yang beralih pekerjaan menjadi kepala mekanik, harus membuktikan kepada orang-orang di sekitarnya hingga lawannya bahwa gamer apabila dilatih bisa menjadi pembalap profesional dan menaklukkan sirkuit tersulit di dunia.
Berbeda dengan film yang kebanyakan menampilkan mobil-mobil mewah dengan aksi yang di luar nalar, GT berusaha mengikuti versi gim-nya. Mobil balap yang memang sering kita lihat di turnamen balapan, aksi salip-menyalip yang masuk logika, hingga situasi di trek balap yang benar-benar nyata. Berharap ada aksi spektakuler ala Dominic Toretto? Lupakan saja. Yang ada, kita disuguhi panasnya kokpit, kesibukan pit-stop, hingga kecelakaan yang tidak terelakkan.
Uniknya, Blompkamp memperlakukan film ini layaknya gim video dengan menghadirkan petunjuk posisi, kecepatan, dan penanda putaran lap. Kita yang dulu menghabiskan waktu dengan bermain Gran Turismo di mesin permainan atau Playstation, pasti familiar dengan elemen-elemen ini. Sebuah penghormatan dari Blompkamp terhadap gim balap legendaris ini.

Mengingat bahwa film ini berdasarkan kisah nyata keberhasilan Jann Mardenborough dalam membuktikan dirinya memang pantas dianggap pembalap profesional, alur ceritanya sudah bisa ditebak. Tidak ada twist yang tidak terduga atau membuat kita tercengang. Plotnya berjalan linear dan mudah dicerna. Dengan kisah sesimple ini, wajar jika Gran Turismo berpotensi membuat penonton bosan. Untungnya, Blompkamp berhasil memaksimalkan setiap adegan balap dengan baik sehingga penonton tidak akan bisa melepas mata dari layar.
Meski Archie Madekwe (sebagai Jann) merupakan ujung tombak dari film ini, tapi tidak pelak lagi bahwa David Harbour dan Orlando Bloom yang berperan sebagai mentor Jann lebih mencuri perhatian. Interaksi keduanya menarik untuk ditonton, terlebih Harbour yang memerankan Salter, pelatih galak tapi juga sebenarnya perhatian dengan muridnya.
Suka dengan gim balap, tumbuh dengan gim balap, dan ingin bernostalgia dengan gim balap? Gran Turismo jelas pilihan film yang tepat. Cari bioskop dengan layar besar dan sound maksimal untuk merasakan serunya balapan di lintasan. Dijamin, setelah menonton ini, kita pasti jadi ingin memainkan gim GT, entah di mesin permainan atau Playstation.
