Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem - Kura-Kura Gen Z Butuh Validasi

by Redaksi

Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem -  Kura-Kura Gen Z Butuh Validasi
EDITOR'S RATING    

Galau bukan hanya milik manusia, tapi juga mutan remaja

Sejak Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadow gagal di pasaran, harapan untuk melihat sekuel dari empat ninja remaja berbentuk kura-kura ini seperti pupus. Namun, berkat Spider-Man: Into the Spiderverse rilis, sepertinya ada harapan untuk melanjutkan lagi franchise kura-kura ninja ini dalam tampilan yang berbeda. Kini, versi terbaru Teenage Mutant Ninja Turtles hadir dengan format animasi yang tidak kalah ciamik dan berwarna dari Spiderverse-nya Sony Pictures. Format animasi ini juga memudahkan orang di belakang layar untuk menghadirkan musuh-musuh yang jika dilakukan dalam format live action akan membutuhkan efek CGI yang lumayan.

TMNT: Mutant Mayhem sendiri kembali membawa kita kepada terciptanya kura-kura mutant ini. Tetapi, kali ini proses belajar bela diri mereka yang ikonik itu sedikit dipelintir. Hasilnya cukup menghibur dan memberi warna baru dalam pengembangan karakter empat kura-kura dan guru mereka, Splinter. Di Mutant Mayhem ini, kita akan melihat bagaimana para kura-kura ninja baru mengenal dunia luar dan sangat berharap untuk bisa diterima oleh lingkungannya. Sebuah tema yang lagi hangat-hangatnya di kalangan remaja generasi Z seperti saat ini. 

Animasinya walau tidak seberwarna Spiderverse, tetapi memiliki ciri khas sendiri. Lebih tampak seperti lukisan abstrak, dibanding coretan digital di Spiderverse. Hanya saja karena dominan situasi gelap, kadang di beberapa adegan pertarungan, kita bisa terdistraksi oleh kesamaan palet warna sehingga pergerakan karakter tidak bisa diikuti. Hal ini cukup sering terjadi di pertarungan akhir yang melibatkan banyak karakter, jadi lumayan kentara walau tidak sampai mengganggu kenikmatan menonton.


Salut untuk pengisi suara para kura-kura. Mereka bisa menampikan kebawelan masing-masing karakter, tapi tetap sesuai ciri khas mereka. Donatello (Micah Abbey) yang wibu dan nerd, Raphael (Brady Noon) yang emosian, Michaelangelo (Shamon Brown Jr) yang cerewet serta Leonardo (Nicolas Cantu) yang tegas, tapi kadang suka tidak percaya diri. Aura remajanya sangat terasa sekali. Selain itu, film ini juga bertaburan aktor dan aktris kelas atas sebagai pengisi suara. Siapa saja mereka, kalian bisa gunakan ponsel pintar untuk mencari tahu.

Selain membawa tema yang sangat dekat dengan remaja masa kini, film ini juga memiliki banyak taburan easter egg dari fenomena-fenomena pop culture yang sedang happening belakangan ini. Jika kalian tidak tinggal di gua atau hanya di dalam kamar seharian push-rank saja, kalian pasti akan paham dengan referensi-referensi yang dimunculkan. Ini semakin menambah keasyikan dalam mengikuti alur cerita yang seru. Tidak ada momen membosankan dalam film ini. Ceritanya ringan, tapi berbobot dan visualnya juga cantik. Kombinasi yang tepat untuk menghilangkan penat sejenak dan kembali bernostalgia dengan para kura-kura ninja. Cowabunga!


Artikel Terkait