65: Film yang Tanggung Dari Segala Sisi

by Redaksi

65: Film yang Tanggung Dari Segala Sisi
EDITOR'S RATING    

Sesosok alien mirip manusia terdampar di Bumi

Sebuah pesawat dari peradaban maju terdampar di planet asing yang ternyata Bumi. Bumi pada masa itu masih diisi oleh binatang prasejarah. Alien yang terdampar mirip sekali dengan manusia. Mereka harus bertahan di Bumi masa prasejarah yang keras agar bisa kembali pulang. Sesederhana itu cerita yang diusung oleh film berjudul 65. Mereka menceritakan ulang bencana alam yang memusnahkan dinosaurus lewat kacamata alien yang tidak sengaja terdampar ke Bumi.

Ini film jenis survival yang sudah sangat sering ditampilkan. Namun, keunikan ada pada setting waktu yang mengambil masa jutaan tahun silam. Film dibuka dengan cepat. Kita diberi sedikit latar karakter utama dan langsung masuk ke inti cerita. Adam Driver sebagai Mills tampak sangat-sangat biasa di sini. Tidak ada karakteristik heroik sama sekali. Sebagai alien, ia tampak sangat manusiawi. 

65 seharusnya bisa lebih banyak mengeksplorasi keadaan pada zaman itu, bukan hanya dinosaurusnya saja. Tetapi, dinonya sendiri jarang muncul. Kalau pun muncul hanya beberapa menit dan selesai. Film ini lebih banyak kadar sunyinya daripada aksi. Bahkan, Ariana Greenblatt yang menjadi lawan main Adam Driver tidak terlalu memberi manfaat sama sekali.


Aksi menegangkan kurang, aksi heroik kurang, kompleksitas cerita kurang, penggambaran dunia 65 juta tahun lalu juga tidak memukau sama sekali. Jadi, apa yang menonjol dari film ini? Hanya premisnya saja. Sisanya benar-benar standar. Mudah untuk dilupakan. Terlihat sekali film ini terkendala biaya, production design, dan pemainnya. Padahal, jika tantangan dalam cerita lebih ditingkatkan, mungkin akan seru. Sayang, penulis dan sutradara film ini tampaknya ingin main aman.

Film ini tidak jelek karena punya momen-momen seru. Tapi, momentersebut tidak cukup untuk membuat filmnya membekas dalam ingatan. Jika saja orang belakang layarnya mau sedikit lebih meluangkan waktu untuk membangun karakter dan latar, mungkin film ini akan menjadi lebih punya 'rasa' dibanding hambar seperti saat ini.