Shazam! Fury of the Gods: Semua Demi Keluarga

by Redaksi

Shazam! Fury of the Gods: Semua Demi Keluarga
EDITOR'S RATING    

Memang, harta yang paling berharga adalah keluarga.

Setelah pengumuman James Gunn yang akan merombak semua line up DC Comics yang sudah ada dan menggantinya dengan line up bikinannya sendiri, kepentingan untuk menonton film-film DCEU terasa semakin berkurang. Toh mereka akan dihapus saat The Flash rilis nantinya di bioskop. Para karakter tidak satu pun mendapatkan cerita trilogi yang layak untuk mengakhiri perjalanan mereka. Shazam! beruntung menjadi satu dari beberapa film DCEU yang mendapatkan sekuel. Walau di akhir film sudah pasti ada cuplikan yang mengisyaratkan akan adanya lanjutan, kita semua bisa menutup harapan kalau lanjutan tersebut tidak akan terjadi. 

Shazam! Fury of the Gods melanjutkan kejadian beberapa tahun setelah peristiwa di film pertama. Para saudara Billy Batson masing-masing memiliki kekuatan sendiri dan mereka saling bahu-membahu memberantas kejahatan di Philadelphia. Namun, sikap kekanak-kanakan mereka tidaklah hilang sehingga kecerobohan sering kali terjadi. Sampai suatu saat, kerjasama dan kemampuan mereka diuji dengan hadirnya Daughter of Atlas yang ingin membalas dendam pada orang yang merebut kekuatan mereka. Apa sebab musababnya kalian harus tonton sendiri karena berkaitan dengan film yang pertama.


Di film ini, ada dua karakter yang sangat menonjol yaitu Jack Dylan Grazer (Freddy) dan Zachary Levi tentunya. Besarnya peran Grazer di film ini membuat Asher Angel yang menjadi Billy Batson malah seperti figuran. Billy hanya tampil dalam beberapa scene di film ini. Sisanya diisi oleh sosok superheronya yang diperankan Levi. Freddy bahkan mendapat arc sendiri. Tanpa mengesampingkan peran yang lain, terasa bahwa karakter lain hanya sekadar tempelan. Termasuk musuhnya.

Beberapa adegan perkelahian memang seru dan beberapa sudut pengambilan gambarnya mengingatkan kita pada gaya Zack Snyder saat menyutradarai Man of Steel. Ada satu cameo menarik yang muncul di film ini. Bagi yang sudah melihat TV spot-nya, pasti sudah tahu. Sayang, di film perannya tidak terlalu besar, benar-benar hanya muncul untuk menyelesaikan satu masalah dan pergi. Akan lebih seru jika sang cameo ikut bertarung bersama Shazam melawan Daughter of Atlas. 


Sama seperti film pertama, sekuelnya ini juga kental akan unsur komedi. Bahkan beberapa komedi memang sangat lucu. Tapi, unsur komedi ini jugalah yang beberapa kali membuat para villain di film ini terlihat bodoh, bisa-bisanya ditipu oleh anak-anak. Bahkan kekacauan oleh para monster bisa selesai dengan kuda yang diberi makan permen.

Secara keseluruhan, film ini masih sama ringan dan menyenangkannya seperti film pertama. Asyik untuk ditonton saat pikiran membutuhkan film yang bisa dinikmati tanpa perlu mengerutkan kening. Seperti yang sudah disinggung di atas ada dua credit scene yang cukup menarik, tetapi hanya waktu yang bisa menjawab apakah keduanya bisa menjadi kenyataan.