SAS: Red Notice - Aksi Pembajakan Kereta Demi Mengungkap Borok Pemerintah

by Redaksi

SAS: Red Notice - Aksi Pembajakan Kereta Demi Mengungkap Borok Pemerintah
EDITOR'S RATING    

Butuh langkah drastis untuk membongkar kebusukan pemerintah

Dalam aksi teroris, selalu ada dua sudut pandang. Di satu sisi, ada pihak-pihak otoritas yang merasa bahwa orang-orang ini adalah kelompok penebar teror yang harus dibasmi karena sudah mengganggu ketertiban umum. Tapi, di sisi lain, si pemimpin teror merasa bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah jalan terakhir untuk menyadarkan bahwa pihak-pihak otoritaslah yang sebenarnya kotor dengan main "lempar batu sembunyi tangan." Situasi inilah yang diketengahkan dalam SAS: Red Notice, di mana sekelompok teroris memutuskan untuk balas dendam karena dikhianati pemerintah.

Black Swan adalah kelompok teroris yang diam-diam disewa pemerintah Inggris untuk membantu membebaskan lahan guna pembangunan pipa Britgaz. Namun, sebuah pekerjaan yang seharusnya mudah malah berbuntut pada pembantaian sebuah dewasa. Sialnya, pembantaian itu direkam oleh salah satu warga dan tersebar. Takut disalahkan, pemerintah Inggris pun menyuruh tim SAS untuk mencari dan menghabisi seluruh anggota Black Swan termasuk pimpinannya, Grace Lewis. Berhasil lolos saat disergap, Grace dan sisa-sisa anggota Black Swan membajak kereta lintas negara dan menyandera semua di dalamnya untuk ditukar dengan uang. Tanpa ia ketahui, seorang anggota SAS bernama Tom Buckingham ada di sana dan dia tidak akan tinggal diam.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andy McNab, film ini menyajikan ketegangan yang  tiada henti. Dimulai dari penyerangan ke desa, penyergapan di kediaman Lewis, hingga pembajakan kereta. Semuanya berjalan dengan cepat, mengingatkan kita pada film aksi lain yang melambungkan nama Keanu Reeves, Speed. Di sela-sela itu, tentunya ada kisah cinta Tom dengan seorang dokter, Sophie Hart, yang menambah pelik kejadian di kereta. 


Tentunya, jualan utama film ini adalah aksi. Memang tidak wah seperti Mission: Impossible, adu cerdik seperti Jason Bourne, atau gadget mahal layaknya James Bond, tapi di beberapa bagian cukup membuat kita tegang. Yang jelas, Ruby Rose sukses menggambarkan pemimpin kelompok teroris yang tidak hanya kejam, tapi juga tidak pikir panjang dalam membunuh orang demi mencapai tujuannya. Twist-nya mungkin bisa dibilang klise, tapi tidak ayal membuat penonton terkecoh.

SAS: Red Notice memang bukan film aksi kelas A yang bertabur bintang besar (meski para pemerannya cukup kita kenal) atau pamer CGI di sana-sini. Tapi, kalau sekadar mencari film laga yang menghadirkan plot linear dan bisa ditonton tanpa perlu memikirkan puzzle-puzzle yang ditebar di sepanjang durasinya, film ini jelas bisa jadi pilihan.


Artikel Terkait