The Offering: Tema Menarik, Tapi Kurang Tergali

by Redaksi

The Offering: Tema Menarik, Tapi Kurang Tergali
EDITOR'S RATING    

Banyak yang kurang terjelaskan meski temanya adalah sesuatu yang jarang kita temukan.

The Offering mengisahkan tentang sepasang suami-istri, Arthur dan Claire, yang berkunjung ke rumah ayah Arthur, Saul. Saul sendiri bekerja di bisnis rumah duka komunitas Yahudi sehingga rumahnya kerap dikunjungi para pelayat dan mengurus jenazah di ruang bawah tanah. Suatu hari, rumah duka ini kedatangan jenazah seorang ilmuwan, Yosille. Arthur yang diminta membantu membersihkan malah menjatuhkan sebuah liontin berwarna biru. Tanpa dia tahu, rusaknya kalung itu menghadirkan sesuatu yang mengancam seluruh keluarganya.

The Offering bisa dibilang memiliki elemen-elemen yang hampir ada di semua film horor: rumah sepi dan remang-remang, setan berbentuk kambing, pemanggilan arwah, hingga pentagram. Tentunya, para pencinta film yang senang ditakut-takuti dengan setan-setan di layar lebar pasti sudah sering disuguhkan elemen seperti ini. Beberapa penampakan yang dihadirkan cukup mampu menggedor jantung dan bikin kita berteriak. 

Tema yang diangkat pun sebenarnya jarang disinggung di dunia horor, apalagi Amerika, yaitu setan yang ada di komunitas Yahudi. Hal ini tentu memberi ketertarikan tersendiri, terutama bagi kita yang memang awam tentang entitas yang diyakini dan dipercayai kaum Yahudi atau bagaimana mereka memerangi setan jika dibandingkan dengan kepercayaan lain yang lebih sering diangkat ke film horor, misalnya The Conjuring.


Sayangnya, tema yang menjanjikan malah kurang digali. Tidak ada penjelasan apa pun terkait kepercayaan Yahudi yang tentunya membuat kita penasaran karena dihadirkan di film ini, misalnya kenapa cermin-cermin harus ditutup saat sedang berkabung, apakah cara membersihkan jenazah sama seperti kepercayaan lain, dan siapakah setan Abyzou yang meneror komunitas ini? Semua terasa nanggung dan hanya di permukaan saja.

Tidak hanya itu, dengan durasi hanya 94 menit, film ini terasa lambat dalam membangun konflik. Hingga 3/4 cerita, kita masih belum tahu apa yang diinginkan Abyzou, konflik apa yang ingin diketengahkan, dan siapa yang sebenarnya menjadi incaran si setan. Belum lagi hadirnya tokoh anak kecil, Sarah Scheindel, yang tidak dijelaskan asal-usulnya dalam situasi yang terjadi.

Meski ada plot hole di beberapa bagian, tapi The Offering salah satu film yang patut ditonton karena menghadirkan kisah dan latar belakang yang minim diangkat ke jajaran film horor. Duduk dan nikmati saja jumpscare yang dimunculkan, dijamin kita akan mencengkeram pinggiran kursi atau ikut berteriak.



Artikel Terkait