Buat yang pernah merasakan kehilangan, coba tonton film ini
Tema seorang pria pemarah yang pada akhirnya mendapat "hidayah" dari orang-orang sekitarnya dan mengubah sikap, meski bukan tema klise, tapi cukup sering diangkat. Salah satu yang terkenal dan diterima semua kalangan adalah animasi Up. Sadar bahwa tema ini bisa menjadi sebuah tontonan yang menarik dan tear-jerker, Sony Pictures pun me-remake sebuah film Swedia, yang diadaptasi dari novel, berjudul A Man Called Ove. Versi Amerikanya sendiri dimainkan oleh Tom Hanks dan mengubah sedikit judulnya menjadi A Man Called Otto.
Otto seorang pria yang hidup sendirian dan pemarah. Semua orang yang tidak sesuai aturan akan ia omeli habis-habisan, termasuk hal-hal yang mungkin dianggap remeh tetangganya. Suatu hari, Otto kedatangan tetangga baru, sepasang suami-istri, Marisol-Tommy, dengan dua puterinya dan calon bayi yang akan lahir. Dari yang menutup diri, Otto pelan-pelan mulai membuka diri terhadap Marisol yang tidak henti-hentinya berupaya melibatkan Otto dalam hidupnya. Hal ini membuat si pria pemarah belajar untuk menjalani hidup seperti apa adanya.
Menyaksikan drama slice of life ini memang harus siap dengan momen-momen kecil, namun berkesan. Hal-hal sederhana dalam hidup, tapi dengan gerutuan Otto dan sikap easy going Marisol jadi menimbulkan senyum, bahkan tawa. Kisah A Man Called Otto seperti menampilkan sketsa demi sketsa dalam kehidupan Otto. Mulai dari saat ia masih menjadi sosok yang pemarah, mengenal Marisol, hingga akhirnya mau membuka diri.

Tidak hanya itu, kita juga dibawa mengenal Otto yang dulu lebih ceria dan pelan-pelan mulai berubah setelah bencana menimpa ia dan keluarga kecilnya. Bukan sembarang penggerutu, di balik itu, ternyata ada kehidupan indah yang direnggut sebuah kecelakaan dan penyakit.
Tom Hanks jelas sukses dalam menghidupkan sosok Otto yang pemarah dan penggerutu, tapi jauh di lubuk hatinya, mau membuka diri demi tetangga yang (menurutnya) menyebalkan. Mariana Treviño juga berhasil mengundang tawa lewat karakter Marisol yang ceria dan ramah, tapi di saat yang sama, berusaha menarik Otto perlahan-lahan dari hidupnya yang gelap. Momen lucu muncul saat keduanya berinteraksi dan cukup menceriakan kisah yang sebenarnya agak suram ini.
A Man Called Otto adalah tentang belajar merelakan dan membuka diri kepada orang-orang baru. Sadar bahwa di luar sana, hidup masih terus berjalan dan tergantung pada kita untuk ikut tersenyum bersama dunia atau membencinya. Siap-siap tisu kalau menonton film ini karena banyak momen yang membuat kita berkaca-kaca.
