Para perempuan jawara yang menentang perbudakan
Jauh sebelum perempuan di masa modern berjuang untuk mencapai kesetaraan dengan laki-laki, wanita-wanita Afrika sudah lebih dulu melakukannya dengan membentuk kelompok prajurit Agojie yang melindungi Kerajaan Dahomey pada era 1600-an sampai 1900-an. Terinspirasi dari karakter nyata, The Woman King mengisahkan kehebatan Agojie dalam melawan musuh mereka dan menghentikan perbudakan di suku mereka.
Salah satu hal yang cukup sulit dari pembuatan film ini tentunya mencari aktris kuat untuk memerankan sosok Nanisca, Jenderal Agojie yang kuat dan jawara, tapi juga tidak terlihat perkasa sendirian. Memakai sosok Viola Davis yang sebelumnya sempat memerankan Amanda Waller dalam dua film Suicide Squad adalah pilihan yang tepat. Karismanya membuat kita percaya bahwa Nanisca adalah bagian dari Agojie, padahal tokoh ini sendiri sepenuhnya fiksi. Tiga tokoh lain yang juga dapat porsi cukup besar dan membuat film ini menarik adalah Lashana Lynch sebagai Izogie dan Sheila Atim sebagai Amenza, dan Thuso Mbedu yang memerankan Nawi.

Alur kisahnya sendiri mudah diikuti karena berfokus pada sosok Nawi dan Nanisca yang kehidupannya bersilang jalan di Agojie. Nanisca yang merupakan jenderal dan mencari gadis-gadis tangguh sempat panas saat menghadapi Nawi yang keras kepala dan selalu melawan. Namun, pada akhirnya, dia melihat tekad dan keberanian yang dimiliki gadis ini.
Menggambarkan prajurit wanita dengan segala keperkasaannya tentulah belum lengkap kalau tidak ada adegan perang. Gina Prince-Bythewood selaku sutradara untungnya cukup berhasil meramu adegan perang yang menegangkan dan seru meski kurang berdarah.
Menyaksikan The Woman King seakan jadi pengingat bahwa perjuangan wanita untuk setara sudah ada dari dulu. Bahkan, penduduk Afrika yang dianggap budak oleh orang-orang Eropa ternyata tidak menerima hal itu mentah-mentah dan punya kekuatan untuk melawan, bahkan para wanitanya. Inilah emansipasi dalam bentuk yang primitif. Bahwa wanita bukanlah makhluk lemah, tapi juga bisa jadi "senjata" untuk melawan perbudakan.
