Makhluk yang bangun setiap 23 tahun ini kembali untuk mencari mangsa
Film horor bertema creature atau makhluk mungkin banyak bermunculan pada era 2000-an, tapi hanya Jeepers Creepers yang masih bertahan hingga saat ini. Meski perolehan box office-nya bisa dibilang biasa saja, tapi kalau dihitung dari bujet, jelas pihak studio untung besar. Apalagi aktor dan aktris yang terlibat tidak perlu punya nama besar karena, toh, akan mati juga. Berselang lima tahun dari film terakhirnya, dibuatlah reboot yang membangkitkan lagi makhluk tak bisa mati ini: Jeepers Creepers Reborn.
Dengan menambah kata 'reborn,' tentu kita berharap ada penjelasan soal asal-muasal makhluk yang bangun setiap 23 tahun sekali untuk memangsa selama 23 hari ini. Sayangnya, itu tidak dijelaskan dalam film ini. Sang tokoh utama, Laine, sempat mengalami premonisi yang memperlihatkan beberapa orang di kota yang ia dan pacarnya singgahi melakukan semacam ritual bersama sesosok makhluk mengerikan. Namun, premonisi itu tidak dikulik lebih dalam dan dibiarkan membuat penonton bingung. Kita tidak tahu, ada sejarah apa orang-orang kota dengan Creeper hingga mereka mau memberikan mangsa kepada makhluk ini?

Setting-nya pun jelas terlihat dilakukan di dalam studio karena green screen dan efek yang terasa masih kasar. Tidak hanya itu, karakter-karakter di film ini layaknya karakter yang muncul di film-film horor era 1990-an. Mudah ditebak mana yang hanya sekadar numpang lewat dan mana yang bakalan bertahan hidup. Karakter penuh rasa ingin tahu, tapi tidak memikirkan konsekuensinya. Sayang sekali, padahal film-film horor saat ini mulai sadar bahwa penonton juga butuh cerita yang bagus, bukan hanya disuguhkan dengan kesadisan di layar.
Film horor yang mengandalkan makhluk saat ini memang bisa dibilang sedang turun pamor. Meski begitu, jika digarap dengan benar, tentunya film tersebut bisa jadi "kuda hitam" yang mengundang banyak penonton. Sayangnya, Jeepers Creepers Reborn masih memakai formula lama dan sepertinya berharap bahwa hanya dengan memajang nama Creeper saja sudah cukup membuat penonton datang ke bioskop. Jelas, bukan langkah yang tepat untuk sebuah film yang bisa dibilang sudah punya basis penggemar sendiri.
