Kembalinya para pahlawan super dari dunia Dragon Ball
Semua anak '90-an, pastinya setiap Minggu pagi, sudah siap duduk di depan TV untuk menyaksikan deretan film kartun yang diputar di stasiun TV swasta. Salah satunya adalah Dragon Ball. Adaptasi manga karya Akira Toriyama menjadi salah satu anime terpopuler di dunia dan tetap punya penggemar hingga sekarang. Petualangan Goku dalam mencari tujuh bola naga disukai semua orang, bahkan hingga di tahun 2022 ini lewat film barunya, Dragon Ball Super: Super Hero.
Dikisahkan, Piccolo sedang melatih Pan, putri Gohan, sementara Gohan sibuk dengan penelitiannya. Tiba-tiba, ia diserang android bernama Gamma. Gamma ternyata diciptakan dr. Hedo, cucu ilmuwan jenius dr. Gero, di bawah perintah Magenta, anak Komandan Red. Cita-cita Magenta adalah membangkitkan kembali Tentara Red Ribon dan membinasakan Goku beserta orang-orang di sekitarnya. Namun, itu bukan hal yang mudah karena Piccolo siap menghadang.
Nostalgia. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan perasaan saat menonton Dragon Ball Super: Super Hero ini. Meski mungkin kita selama ini menonton versi dubbing-nya saat tayang di TV, tapi jadi pengalaman tersendiri saat mendengar mereka bicara dengan pengisi suara aslinya.

Bukan penggemar Dragon Ball? Tenang saja, film ini tetap bisa dinikmati karena ada flashback mengenai siapa itu Red Ribbon Army yang jadi tokoh antagonis kali ini. Jadi, kita punya gambaran cerita Dragon Ball Super: Super Hero ini sewaktu menontonnya. Tidak hanya itu, banyak karakter lama yang muncul dan bakalan membawa kita bertepuk tangan. Leluconnya juga dijamin akan menghibur karena memang selucu itu dan universal sehingga siapa pun bisa ikut tertawa.
Menonton Dragon Ball di layar lebar jelas memberikan sensasi yang berbeda dengan menonton di layar kaca. Pertarungannya lebih seru dengan tembakan-tembakan energi di sana-sini. Buat kalian yang ingin bernostalgia, jangan sampai melewatkan Dragon Ball Super: Super Hero ini di bioskop.
