Ghostbusters: Afterlife - Pemburu Hantu yang Lucu

by Prima Taufik

Ghostbusters: Afterlife - Pemburu Hantu yang Lucu
EDITOR'S RATING    

Kali ini, nasib dunia berada di tangan anak-anak SD.

Satu lagi franchise lama yang berjuang untuk tetap bisa eksis di dunia perfilman dunia. Ghostbusters bisa dibilang punya keunikan tersendiri sebagai film. Bukan film yang super wah atau mega franchise unggulan, tetapi film ini punya penggemarnya sendiri. Bahkan kalimat “Who you gonna call?” menjadi salah satu kalimat ikonik yang terkenal dalam dunia film. 

Setelah dianggap gagal dengan remake Ghostbusters pada tahun 2016, kini franchise ini kembali dengan sineas Jason Reitman sebagai sutradara. Uniknya, Reitman sendiri adalah putra Ivan Reitman, sutradara film pertama Ghostbusters. Kali ini, diberi judul tambahan Afterlife dan masih dalam semesta yang sama dengan film originalnya. Sepertinya, judul ini ada kaitannya dengan meninggalnya salah satu pemeran original Ghostbusters, yaitu Harold Ramis yang memainkan Egon Spangler.

Kali ini, karakter utama cerita bukanlah bapack-bapack atau sekelompok wanita maniak hantu, tapi anak-anak dan remaja. Sepertinya, pihak studio ingin memberikan wajah baru pada franchise ini. Biasanya, sebuah film aksi yang karakter utamanya anak-anak akan membuat orang dewasanya sedikit bodoh atau konyol. Hal yang sama terjadi pada film ini, beberapa karakter dewasa dibuat lemah dan konyol, seperti karakter yang dimainkan Paul Rudd, Gary Grooberson. Untungnya hal ini terselamatkan dengan satu karakter anak yang cerdas dan unik, yaitu Podcast (Logan Kim). Tanpa adanya karakter Podcast, mungkin film ini akan jatuh seperti film anak-anak kelas B semacam Shark Girl and Lava Boy.


Dengan rating semua umur dan pemain yang masih remaja, tentunya sasaran dari Ghostbusters: Afterlife ini adalah keluarga. Oleh karena itu, cerita yang disajikan tidaklah rumit. Pace cerita juga cepat dan tidak bertele-tele. Dialog anak-anak dalam film ini mungkin akan sedikit sulit dicerna bagi anak-anak di Indonesia karena terlalu dewasa untuk umur mereka. Bagi penonton dewasa yang paham tentunya akan mengerti, bahkan menertawakan tingkah pemain anak-anak di film ini.

Beberapa kejutan di ujung film, seperti biasa akan membuat kalian yang besar dengan franchise ini bertepuk tangan. Juga film ini memiliki dua adegan mid dan ending credit scene. Layaknya Marvel Cinematic Universe, adegan ini tampaknya diatur untuk membawa franchise ini ke arah yang lebih besar dengan catatan Afterlife ini sukses di pasaran.  

Untuk hiburan di waktu santai bersama keluarga atau teman, Ghostbusters: Afterlife bisa menjadi pilihan untuk kalian yang mencari sesuatu yang ringan di layar bioskop.  tonton dan bersiaplah terhibur oleh aksi sok tahu (tapi menggemaskan) Podcast.