Seorang om-om murah senyum datang menyelamatkan kehidupan seorang mamah muda
Jika film ini rilis saat bukan pandemi, mungkin hanya akan menjadi film "biasa." Tetapi, saat pandemi, penonton butuh film yang memberikan harapan dan semangat, atau menghibur, bukan film yang membuat depresi dan muram, sebab kehidupan di luar sana masih menyisakan ketidakpastian.
Film yang berdasarkan buku self help tulisan Rhonda Byrne ini menceritakan kisah kehidupan seorang mama muda bernama Miranda Wells (Katie Holmes). Miranda yang baru saja menjadi janda harus kerja ekstra keras hanya untuk membayar tagihan sehari-hari, apalagi dengan tiga anak yang beranjak dewasa, kehidupan Miranda tidak ada saat untuk istirahat. Namun, semuanya berubah ketika seorang dosen bernama Bray Johnson (Josh Lucas) yang membawa amplop rahasia tiba di kehidupan keluarga kecil Miranda. Bahkan, kemunculan Bray seolah adalah mestakung (semesta mendukung) karena mobil Miranda tidak sengaja menyeruduk mobil Bray.
Bray sendiri laksana motivator yang manis, “Semakin memikirkan sesuatu, maka kamu akan fokus pada hal itu," ungkap Bray ketika berbincang dengan Greg (Aidan Pierce Brennan), anak laki-laki Miranda. Maka sesudah kemunculan Bray, banyak kejadian menyenangkan yang "kebetulan." Pokoknya Bray bagaikan om–om manis yang selalu menjadi incaran bahan ghibah ibu-ibu kompleks sambil membeli sayuran di tukang sayur.

Tentu saja tema film ini bukan soal “kebetulan” melainkan soal berpikir positif dan di dunia ini masih ada orang baik yang siap menolong siapa pun tanpa pamrih. Tetapi, ada rahasia besar dan itu semua ada hubungannya dengan amplop cokelat yang dibawa Greg. Sudah bisa ditebak bahwa Greg punya misi khusus untuk keluarga Miranda lewat amplop cokelat dengan segel yang persis seperti ada di sampul buku The Secret. Saat "twist" ini diungkapkan, semuanya akan berubah, termasuk pertunangan Miranda dan Tucker (Jerry O'Connel). Apakah itu? Yang jelas film ini diakhiri dengan kehangatan keluarga.
Untungnya walau buku The Secret isinya adalah soal motivasi diri yang umum ditemukan di buku-buku lain, film ini tidak banjir dengan kalimat motivasi berlebihan. Konflik yang ada terasa cukup dan tidak dibuat-buat. Tidak pula berlebihan laksana konflik sinetron yang penuh derai air mata. Apalagi perjuangan Miranda untuk bertahan hidup dengan kondisi finansial mengkhawatirkan cukup relevan dengan kondisi pandemi saat ini. Kaum mamah muda yang menggemari om-om murah senyum akan terhibur dengan Josh Lucas yang datang bak malaikat untuk menyelamatkan kemalangan keluarga Miranda.

Keadaan kota New Orleans dengan industri makanan lautnya juga ikut disorot, menjadikan latar film ini terasa unik, sebab bukan kota metropolitan dengan pencakar langit dan hiruk-pikuk manusia yang terlalu banyak. Penduduk kota yang ada juga ramah dan tidak mem-bully keadaan Miranda yang sedang ditimpa kemalangan.
Bukunya sendiri memang memiliki tema soal hukum tarik-menarik dan mengklaim bahwa berpikir positif dapat membuat dan mengubah hidup menjadi lebih baik. Terjual lebih dari 21 juta kopi dan diterjemahkan ke 44 bahasa asing, memang tidak heran kalau akhirnya dibuat versi film dan bisa dikatakan versi filmnya tidak mengecewakan.
Sesudah menonton film ini jangan heran kalau kaum mamah muda akan menuntut suaminya sebaik dan semanis Bray Johnson. Nah untuk kaum papah muda, siap-siap belajar membetulkan genteng, bemper mobil, dan hal-hal teknis lainnya supaya tidak kalah saing.
