Violet Evergarden: The Movie – Kisah indah Violet, Si Penulis Surat

by Takdir

Violet Evergarden: The Movie – Kisah indah Violet, Si Penulis Surat
EDITOR'S RATING    

Boneka yang pandai menulis surat tapi masih bucin

Menyambut penayangan Violet Evergarden: The Movie, Cinema XXI menggelar special screening di Kota Kasablanka, Jakarta. Screening ini terasa istimewa karena dimeriahkan influencer dan cosplayer ternama yang berkostum seperti karakter dalam film. Tidak hanya itu, pada acara ini, penonton diajak menjadi penulis surat dan menuliskan perasaannya di secarik kertas, seperti sosok Violet. Kertas ini lalu dimasukkan ke kotak pos khusus sesudah screening. Surat yang paling unik akan mendapatkan hadiah spesial dari XXI.

 

Jika Anda suka serial animasinya, sebenarnya sudah ada satu film lagi, yakni Violet Evergarden I: Eternity and The Auto Memory Doll (2019). Sayangnya, film ini akan terasa sulit dipahami jika belum pernah menonton serial animasinya.  Sebagai informasi, Violet Evergarden merupakan seorang mantan prajurit berdarah dingin yang beralih profesi menjadi boneka yang pandai menulis di Kantor Pos C.H. Profesi utama yang ditonjolkan dalam film ini adalah  Violet sebagai penulis surat dengan rangkaian kata yang indah dan penulis lagu persembahan untuk laut yang dijadikan lagu utama oleh kerajaan.

 

Bakat Violet dalam menulis surat dan lirik mendapat pujian dari masyarakat. Tapi Violet merasa sedih sebab dia kehilangan sosok Mayor Gilbert, orang yang membuat Violet merasa menjadi manusia, bukan robot pembunuh bayaran. Soal Mayor ini tampaknya lebih jelas jika sudah pernah menonton serialnya yang tayang dari tahun 2018 dengan 13 episode dan sudah bisa disaksikan di Netflix.



 

Ada tiga cerita terpisah yang saling bersambung dalam film ini yang terasa membingungka, apalagi banyak flashback. Kisahnya sendiri mungkin akan lebih bisa dipahami jika setidaknya kita sudah menonton serialnya. Jadi, tidak hanya cerita soal kerinduan pada Gilbert, melainkan juga ada cerita dari masa depan dan efek dari surat yang ditulis Violet. Bagi yang jarang menonton film animasi Jepang, dunia dalam film ini adalah 100% fiksi. Nama-nama kerajaan Eropa dan kejadian di dalamnya semua adalah fiksi. Dengan durasi dua jam lebih sebenarnya terasa panjang, tapi bisa dibilang lengkap untuk menceritakan perubahan karakter Violet.


Dari segi visual film ini tidak mengecewakan, banyak gambar dan adegan yang memanjakan mata. Memang inilah kehebatan Kyoto Animation sebagai salah satu studio animasi besar. Film ini sudah ditayangkan di Jepang pada September 2020 dan sempat mengalami pengunduran jadwal tayang sebanyak dua kali, yaitu karena insiden kebakaran yang menimpa studio 1 Kyoto Animation pada Juli 2019 dan karena merebaknya COVID-19. Rilis saat pandemi, Violet Evergarden the Movie berhasil meraup ¥559  juta di Jepang, menduduki posisi kedua film terlaris setelah Tenet dan melebihi pemasukan film sebelumnya, Violet Evergarden: Eternity and The Auto Memory Doll



Artikel Terkait