Menjadi orangtua tidak mudah, tapi itu adalah pekerjaan paling mulia.
Membangun keluarga tidak semudah membalik telapak
tangan. Jika anak kandung saja terkadang menyulitkan, terlebih lagi saat
mengadopsi anak yang beranjak remaja. Namun, apakah itu berarti membuat orangtua
asuh akan menyerah? Hal itulah yang coba dipaparkan dalam film Instant Family.
Menduetkan Mark Wahlberg dan Rose Byrne, film ini berfokus
pada pasangan Ellie dan Pete yang sama-sama bekerja di bagian renovasi rumah. Terlalu
sibuk dengan pekerjaan, membuat keduanya belum memiliki anak. Namun, itu tidak
membuat Ellie berkecil hati. Ia dan Pete pun memutuskan untuk mendaftarkan diri
menjadi orangtua asuh. Melalui serangkaian pelatihan, keduanya akhirnya “mendapat”
kakak-beradik Lizzie, Juan, dan Lita. Ternyata, mengadopsi anak tidaklah
semudah kedengarannya. Apalagi keduanya belum pernah menjadi orangtua.
Jika terbiasa melihat Wahlberg melakukan berbagai adegan
aksi, di sinilah kita akan melihat aktingnya sebagai pria yang mendapat
tanggung jawab menjadi ayah secara dadakan. Interaksinya dengan Byrne dan ketiga
anak asuhnya menarik untuk diikuti. Terkadang membuat ketawa, tidak jarang juga
menimbulkan rasa haru. Byrne pun ternyata bisa menampilkan sosok Ellie yang ceplas-ceplos,
tapi penyayang. Jangan lupakan pula akting Isabella Moner sebagai Lizzie yang
pembangkang, Gustavo Quiroz sebagai Juan yang sensitif, dan Julianna Gamiz
sebagai Lita yang memiliki sifat pemarah.

Kalau kita mengira film ini akan penuh drama, perkiraan
kita salah. Film ini penuh dialog-dialog lucu, terutama saat Pete dan Ellie
sedang berdebat. Tidak jarang, kelakuan mereka sebagai orangtua asuh untuk
pertama kalinya akan membuat kita terbahak-bahak. Namun, tidak hanya menawarkan
kelucuan, film ini juga memberikan “pelajaran” bagaimana menjadi orangtua.
Bukan orangtua yang sempurna, tapi orangtua yang bisa memahami dan mendidik
anaknya.
Pada akhirnya, anak kandung atau pun anak asuh,
orangtua dituntut untuk memahami mereka. Tidak hanya menjadi ayah-ibu, tapi
juga teman untuk menjadi tempat bercerita, berbagi, dan menumpahkan
keluh-kesah. Menjadi orangtua memang tidak mudah, tapi itu adalah “pekerjaan”
paling mulia.
