Instant Family: Belajar Menjadi Orangtua yang Baik

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Instant Family: Belajar Menjadi Orangtua yang Baik
EDITOR'S RATING    

Menjadi orangtua tidak mudah, tapi itu adalah pekerjaan paling mulia.

Membangun keluarga tidak semudah membalik telapak tangan. Jika anak kandung saja terkadang menyulitkan, terlebih lagi saat mengadopsi anak yang beranjak remaja. Namun, apakah itu berarti membuat orangtua asuh akan menyerah? Hal itulah yang coba dipaparkan dalam film Instant Family.

Menduetkan Mark Wahlberg dan Rose Byrne, film ini berfokus pada pasangan Ellie dan Pete yang sama-sama bekerja di bagian renovasi rumah. Terlalu sibuk dengan pekerjaan, membuat keduanya belum memiliki anak. Namun, itu tidak membuat Ellie berkecil hati. Ia dan Pete pun memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi orangtua asuh. Melalui serangkaian pelatihan, keduanya akhirnya “mendapat” kakak-beradik Lizzie, Juan, dan Lita. Ternyata, mengadopsi anak tidaklah semudah kedengarannya. Apalagi keduanya belum pernah menjadi orangtua.

Jika terbiasa melihat Wahlberg melakukan berbagai adegan aksi, di sinilah kita akan melihat aktingnya sebagai pria yang mendapat tanggung jawab menjadi ayah secara dadakan. Interaksinya dengan Byrne dan ketiga anak asuhnya menarik untuk diikuti. Terkadang membuat ketawa, tidak jarang juga menimbulkan rasa haru. Byrne pun ternyata bisa menampilkan sosok Ellie yang ceplas-ceplos, tapi penyayang. Jangan lupakan pula akting Isabella Moner sebagai Lizzie yang pembangkang, Gustavo Quiroz sebagai Juan yang sensitif, dan Julianna Gamiz sebagai Lita yang memiliki sifat pemarah.


Kalau kita mengira film ini akan penuh drama, perkiraan kita salah. Film ini penuh dialog-dialog lucu, terutama saat Pete dan Ellie sedang berdebat. Tidak jarang, kelakuan mereka sebagai orangtua asuh untuk pertama kalinya akan membuat kita terbahak-bahak. Namun, tidak hanya menawarkan kelucuan, film ini juga memberikan “pelajaran” bagaimana menjadi orangtua. Bukan orangtua yang sempurna, tapi orangtua yang bisa memahami dan mendidik anaknya.

Pada akhirnya, anak kandung atau pun anak asuh, orangtua dituntut untuk memahami mereka. Tidak hanya menjadi ayah-ibu, tapi juga teman untuk menjadi tempat bercerita, berbagi, dan menumpahkan keluh-kesah. Menjadi orangtua memang tidak mudah, tapi itu adalah “pekerjaan” paling mulia.