Robin Hood untuk generasi muda
Robin Hood merupakan salah satu kisah yang sering
diangkat ke layar lebar, baik dalam bentuk parodi mau pun drama epik. Beberapa
di antaranya adalah Robin Hood Men in
Tights (1993), Robin Hood: Prince of
Thieves (1991), dan Robin Hood (2010).
Generasi lama mungkin kenal dan paham dengan kisah seorang bangsawan yang
akhirnya melawan tirani Sheriff of Nottingham dengan kemampuan memanahnya dan
bantuan dari teman-temannya. Namun, generasi baru mungkin masih asing dengan
pahlawan tanpa kemampuan super ini. Maka, di tahun 2018 ini, muncullah Robin
Hood versi anak muda dengan Taron Egerton sebagai bintang utamanya.
Robin
Hood mengetengahkan “kelahiran” pahlawan bertudung ini dari
seorang bangsawan bernama Robin of Loxley menjadi Robin Hood. Bagi Anda yang sudah
mengenal asal-muasal Robin Hood, pasti sudah bisa menebak bagaimana kisah ini
berawal dan berakhir. Namun, terdapat beberapa perubahan, seperti intrik
politik antara Kardinal dan Sheriff Nottingham, perubahan status Marian dari
seorang putri bangsawan menjadi pemberontak, dan masih banyak lagi. Jajaran cast-nya
pun berhasil menghadirkan akting yang menarik, seperti Egerton, Jamie Foxx, dan
Ben Mendelsohn yang belum bisa lepas dari karakter antagonis sejak Ready Player One.

Pendekatan ala film-film superhero juga sepertinya
digunakan Otto Bathurst dalam Robin Hood.
Di siang hari, Robin menjadi bangsawan kaya, sementara saat malam tiba, mantan
Tentara Salib ini menjadi pencuri bertudung. Kisah ini nyaris serupa dengan
Batman. Di siang hari, Bruce Wayne adalah pengusaha kaya nan flamboyan,
sementara malam harinya ia menjadi Batman yang memburu kejahatan. Hal ini
mungkin disengaja agar generasi muda lebih tertarik dengan sosok vigilante ini.
Beberapa adegan slow
motion mungkin akan mengingatkan kita pada gaya penyutradaraan Timur
Bekmambetov (Wanted, Abraham Lincoln Vampire
Hunter). Gerakan slo-mo ini terutama
diperbanyak saat perang dengan pecahan-pecahan batu bertebaran dan panah-panah
berdesing. Untunglah, adegan slo-mo ini
masih dalam taraf wajar sehingga tidak terasa berlebihan. Pemilihan waktu yang sengaja mencampuradukkan Abad Pertengahan dengan Dunia Modern pun membuat penonton merasa dekat dan bisa berkaca bahwa kondisi pemerintahan korup seperti itu sangat mungkin terjadi di masa sekarang ini.
Setelah beberapa kali Robin Hood diperankan oleh aktor
senior, menyenangkan rasanya melihat Egerton berhasil menghidupkan pencuri
budiman ini. Jika film ini sukses, tidak pelak lagi akan ada sekuelnya dengan
musuh yang mungkin lebih besar lagi.
