Walau belum tentu akurat tapi film ini tetap memikat
Banyak manusia memiliki ikatan yang kuat dengan peliharaan mereka. Salah satu hewan peliharaan yang paling populer adalah anjing. Anjing sudah terbukti bisa menjadi hewan peliharaan yang bisa diandalkan. Tidak hanya lucu, tapi jika dilatih dengan benar, anjing bisa menjadi rekan yang tangguh. Mereka bisa dilatih berburu, melacak penjahat, menjaga rumah, atau menjadi atlet sekalipun.
Namun, bagaimanakah awal mula dari kentalnya persahabatan anjing dan manusia ini terjadi? Apa yang membuat hewan yang dahulu adalah makhluk buas kini menjadi peliharaan yang disukai semua golongan usia? Sony Pictures dan Albert Hughes mencoba menceritakan awal mula kisah ini menurut versi mereka. Tentu saja semuanya adalah fiksi.
Keda (Kodi Smith-Mcphee) menjadi pusat dari cerita. Dia merupakan anak dari ketua suku yang mengalami nasib tragis. Ia harus bersusah payah untuk kembali pulang ke rumah setelah terpisah dengan anggota suku lainnya. Di sinilah Keda yang harus bertahan hidup sendirian mendapatkan teman yang nantinya akan menjadi sahabat seumur hidupnya.

Filmnya sendiri minim konflik. Kita hanya dibawa melihat bagaimana Keda dan teman barunya berjuang bertahan hidup pada jaman purba dan melewati berbagai rintangan, terutama dari alam, untuk bisa kembali pulang. Tidak ada hal-hal spesial yang terjadi. Semua penampakan di dalam film hampir mirip dengan acara National Geographic. Kita dapat melihat keindahan alam pada masa belum adanya manusia-manusia durjana yang suka merusak alam.
Yang paling aneh dari film ini mungkin kemampuan bertahan hidup Keda yang luar biasa ajaib. Ia bisa selamat dari banyak bencana alam yang saat ini bisa menyebabkan kerusakan parah. Hubungannya dengan anjing juga tidak terlihat begitu spesial. Memang ada beberapa adegan yang menarik dan menyentuh tapi kurang dirasakan penonton.
Untuk tontonan ringan bersama keluarga, film ini sangat disarankan, terutama bagi Anda dan keluarga yang menyukai anjing.
