Peppermint: Pedas, Tapi Cepat Hilang

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Peppermint: Pedas, Tapi Cepat Hilang
EDITOR'S RATING    

Jennifer Garner memang pilihan pas berperan sebagai wanita tangguh.

Jika dulu Angelina Jolie diperhitungkan sebagai salah satu aktris spesialis film aksi, kini nama Jennifer Garner rupanya menjadi pilihan studio-studio medioker untuk menggantikan posisi Jolie. Bermain selama lima musim di serial Alias sebagai agen ganda kemudian sebagai Elektra Natchios di Daredevil dan Elektra rasanya sudah cukup membuktikan bahwa mantan istri Ben Affleck ini memang sanggup berperan sebagai cewek yang bisa menghajar seseorang.

Kisahnya sendiri tergolong sangat klise. Tema ini sudah sering dipakai di beberapa film, bahkan meski berlatar belakang berbeda, namun The Equalizer 2 yang dibintangi Denzel Washington dan belum lama ini tayang di bioskop Indonesia pun mengangkat tema serupa: balas dendam saat orang terkasih dibunuh.

Tidak ada yang baru dari Peppermint. Mengikuti jalannya kisah dari awal hingga akhir hanyalah sebuah alur yang bergerak maju. Jangan bayangkan ada twist karena sepertinya naskah hanya bertitik berat pada usaha balas dendam Riley North terhadap gangster yang membunuh suami dan anak semata wayangnya. Beberapa adegan kekerasan memang nampak sadis, menggambarkan bagaimana rasa dendam Riley yang menumpuk selama lima tahun akhirnya terbayarkan. Namun, seperti rasa peppermint, film ini hanya pedas di beberapa bagian, namun kemudian terasa dingin alias tidak menarik.


Hilangnya Riley selama lima tahun pasca keluarganya terbunuh serta kembalinya wanita ini menjadi wanita yang tangguh tidak diceritakan. Apa yang terjadi selama lima tahun tersebut hanya disinggung sekilas melalui sebuah video Youtube yang buram. Penonton diminta menebak-nebak sendiri kenapa Riley bisa berubah dari ibu rumah tangga menjadi wanita yang penuh kekerasan.

Begitu juga saat dia mulai menelusuri jejak para gangster dan hakim korup untuk membalaskan dendam. Sama sekali tidak diceritakan. Penonton sekali lagi dipersilakan berpikir sendiri cara Riley mencari para pembunuh tersebut. Setelah itu, balas dendam yang dilakukan Riley pun nampak mulus. Tidak ada halangan yang berarti, bahkan polisi pun kesulitan mencari malaikat maut ini. Bahkan, julukan Malaikat Pelindung di daerah Skid Row, tempat Riley bertempat tinggal, pun tidak jelas alasannya. Riley hanya diperlihatkan keluar-masuk vannya yang diparkir di daerah situ, tanpa pernah melakukan hal-hal yang membuatnya pantas dijuluki Malaikat Pelindung.

Peppermint bukanlah film yang buruk. Namun, keklisean di dalamnya serta tidak adanya hal-hal baru membuat film ini bisa jadi film yang mudah dilewatkan begitu saja. Bahkan, Jennifer Garner pun tidak bisa menyelamatkan film ini.


 

 

 

Artikel Terkait