Saat orang tersayang menghilang, melapor ke polisi saja tidak cukup
Setelah Unfriended
yang menggunakan teknik pengambilan gambar layaknya orang mengobrol di Skype (yang kemudian ditiru
habis-habisan oleh film remaja yang baru-baru ini dirilis), kini sebuah film
kembali menggunakan teknik yang serupa, namun berbeda. Searching, sebuah film yang dibintangi oleh John Cho ini, mengisahkan
tentang pencarian seorang ayah saat putrinya menghilang. Namun, alih-alih
menggunakan gaya penceritaan film-film standar, Searching memosisikan penontonnya bak sedang memperhatikan layar
komputer yang digunakan karakter David Kim dalam menemukan putrinya.
Kita begitu terikat dengan media sosial dan teknologi.
Hal inilah yang ditonjolkan dalam film ini. Semua diperlihatkan dari sudut
pandang orang pertama saat David memeriksa laptop Margot Kim untuk mengetahui
keberadaan putrinya tersebut. Mulai dari penggunaan Facebook, Twitter,
Instagram, Tumblr, Skype, dan masih banyak lagi. Anda yang gemar berselancar di
dunia maya pasti hafal dengan nama-nama media sosial yang muncul di layar.
Film ini dibuat dari sudut pandang yang unik, yaitu layaknya jika kita sedang membuka layar laptop dan berselancar di dunia maya. Tidak hanya itu, tidak ada musik yang terdengar selain ketikan tuts laptop David. Justru, kesunyian yang dihadirkan film ini menambah tegang suasana. Akting para pemainnya pun patut diacungi jempol, terutama John Cho yang menjadi sentral kisah selama nyaris 7/8 durasi film. Meski lebih dikenal sebagai aktor komedi, namun Cho berhasil tampil serius dan meyakinkan sebagai seorang ayah yang harus mencari putrinya yang hilang.

Meski bukanlah film yang terlalu ditunggu-tunggu, namun Searching berhasil menjadi kuda hitam yang menarik perhatian pencinta film. Ketegangan dan gaya penceritaannya yang unik jelas membuat film ini lain dari yang lain. Tonton dan rasakan ketegangan pencarian Margot Kim