Museum Jadi Film Detektif yang Terjebak Drama Keluarga

by Ireuna

Museum Jadi Film Detektif yang Terjebak Drama Keluarga
EDITOR'S RATING    

Seorang detektif harus mengungkap dalang di balik pembunuhan berantai yang sadis karena nyawa keluarganya dipertaruhkan.

 

Kalau bicara film sadis, Jepang mungkin salah satu negara yang berani mengumbar darah dan potongan tubuh manusia dalam film-filmnya. Entah karena pembunuh berdarah dingin atau psikopat yang haus darah, film-film Jepang mampu menghadirkan perasaan ngeri dengan menyentuh ketakutan terdalam manusia, yaitu manusia itu sendiri. Hal ini jugalah yang coba ditampilkan Museum, sebuah film thriller tentang seorang detektif yang harus mengungkap dalang di balik kasus pembunuhan berantai yang sadis.

Hisashi Sawamura (Shun Oguri) adalah detektif yang sedang dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang mengincar banyak korban. Semua korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dan diketahui dibunuh saat hujan. Pelakunya adalah seorang pria berjas hujan yang gemar memakai topeng katak (Satoshi Tsumabuki).

Bersama Junichi Nishino (Sh?hei Nomura), Sawamura berusaha mencari dalang di balik pembunuhan tersebut. Belakangan, dia menemukan bahwa istri dan anaknya merupakan target pembunuhan selanjutnya. Dalam pencariannya, Sawamura menemukan bahwa dirinya selama ini telah menyia-nyiakan keluarganya.

Museum mampu membangkitkan ketegangan pada awal film. Alurnya yang cepat berhasil menghadirkan kesan ngeri pembunuhnya dan membuat penonton merasakan betapa Sugawara sesungguhnya dikejar waktu untuk mengungkap pembunuhnya. Sampai setengah film berjalan, alurnya masih asyik dinikmati.

Sayangnya, begitu mulai memasuki bagian saat identitas pelaku mulai diketahui, Museum terjebak dalam menggodok karakter Sugawara. Drama keluarga yang dihadirkan juga terlalu panjang sehingga membuat film ini membosankan di tengah. Museum seakan memiliki 3 tingkat cerita: pembunuhan berantai, masa lalu Sugawara dan pembunuh, penyelesaian. Akibatnya, Museum menjadi film berdurasi 132 menit.

Museum berhasil membangkitkan perasaan ngeri melalui penggambaran detail para korban pembunuhan, gambar yang gelap dan cenderung suram, serta musik yang mencekam. Akan tetapi, sebagai fim detektif, twist yang ditawarkan tidak begitu mengejutkan. Untunglah film ini sukses menampilkan akhir yang menggelitik dengan ketegangan yang masih sama seperti yang dihadirkan sepanjang film.

Shun Oguri berhasil memainkan perannya sebagai detektif gila kerja dengan sangat baik. Oguri mampu melakukan perpindahan emosi dengan sangat cepat, membuatnya mampu menghadirkan ketegangan yang dibutuhkan. Perasaan bersalah, kesedihan, dan kebencian berhasil dibawakannya dengan sangat baik. Satoshi Tsumabuki juga berhasil membawakan karakter pembunuh gila yang ikonik.

Museum diproduksi oleh Twins Japan dan didistribusikan oleh Warner Bros. Pictures. Film ini disutradarai oleh Keishi Otomo berdasarkan manga karya Ryosuke Tomoe. Film ini akan tayang di CGV Blitz pada 3 Maret 2017.

 

Artikel Terkait