Promise: Screenplay Productions Kini Beranjak Dewasa

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Promise: Screenplay Productions Kini Beranjak Dewasa
EDITOR'S RATING    

Membuka tahun 2017, Screenplay Productions menghadirkan Promise yang membawa misi mengharu-biru seluruh remaja Indonesia.

Apa kesamaan Magic Hour, London Love Story, dan I Love You From 38.000 Feet? Ya, semuanya dibintangi oleh Michelle Ziudith dan sukses meraih ratusan ribu hingga jutaan penonton pada saat dirilis di layar lebar. Screenplay Productions memang memiliki formula yang tepat untuk menarik perhatian remaja di seluruh Indonesia: kisah cinta yang mengharu-biru, pasangan aktor dan aktris remaja yang good looking, dan pemilihan lokasi syuting yang memanjakan mata. Hal ini pun kembali diterapkan dalam Promise, namun kali ini Michelle harus libur dulu karena pemeran utama kini beralih kepada Amanda Rawles yang sebelumnya hanya tampil sekilas dalam ILY From 38.000 Feet.

Jika sebelumnya Bali dan London yang menjadi latar belakang film mereka, kini Screenplay beranjak ke kota mode, Milan. Berbagai sudut-sudut cantik Milan diabadikan dalam gambar bergerak mereka. Sayangnya, meski memilih Milan, namun tidak ada tempat-tempat ikonik kota ini yang diangkat sehingga pemilihan tempat pun hanya terasa bersuasana Italia, tapi entah di kota mana.

Beberapa pertanyaan juga kerap bermunculan di benak saat satu per satu tokoh Promise bermunculan. Siapa Mozha hingga sanggup menggunakan Ferrari di jalanan kota Milan? Kenapa tidak menggunakan skuter yang jelas terlihat sangat Italia? Lalu, bagaimana perjalanan hidup Kanya hingga dia bisa menjadi model terkenal di Milan? Tidak berhenti sampai di situ, Aji (Boy William) juga mengklaim bahwa dia hanya butuh dua tahun untuk menjadi kepala agensi foto terkenal di Milan, tapi sama sekali tidak diperlihatkan usaha apa yang dilakukan Aji dalam dua tahun tersebut.

Dalam Promise, Screenplay Productions rupanya juga mencoba pendekatan baru dengan menghadirkan kisah cinta yang lebih dewasa dan kelam. Selain itu, alur yang mereka gunakan pun maju-mundur sehingga penonton harus fokus agar tahu apa yang terjadi sebenarnya. Secara keseluruhan, Promise akan kembali masuk ke dalam jajaran film sukses Screenplay Productions setelah tiga produksi mereka berhasil menarik perhatian remaja di seluruh Indonesia. Namun, dari segi naskah, semoga di film selanjutnya, Screenplay dapat lebih mempertimbangkan logika.  

Artikel Terkait